Pengalaman Hidup

Silahkan klik dan tonton!

Leave a Comment

Filed under Tak Berkategori

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2014/2015

Bagi calon PPDB SMA Negeri 1 Tolitoli yang ingin download persyaratan silahkan di sini PENGUMUMAN PSB 2014

Leave a Comment

Filed under Pengumuman

Malam Perpisahan Kelas XII Tahun Pelajaran 2013/2014

Bagi Siswa-Siswi silahkan menulis artikel di laman ini! aku tunggu ya.

Leave a Comment

Filed under Tak Berkategori

Pembagian Kelas X, XI, dan XII

BAgi siswa yang tidak mau berdesakan melihat pembagian kelasnya, silahkan download di sini DAFTAR PEMBAGIAN KELAS 2013_2014

1 Comment

Filed under Tak Berkategori

UN 2013 YANG CARUT MARUT

Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/MA/SMALB tahun pelajaran 2012/2013 sangat mengecewakan banyak pihak, tak terkecuali Panitia Pelaksana UN Kabupaten Tolitoli. Meskipun tidak puas dengan adanya soal-soal yang didistribusikan sampai tiga kali dari provinsi, jumlah soal yang diterima juga kurang, akhirnya panitia menggandakan naskah UN yang kurang tersebut dengan di kawal oleh pengaman UN tahun 2013.

Untuk SMA Negeri 1 Tolitoli tidak ada naskah yang kurang, akan tetapi sangat mengecewakan mutu pembuatan soal yang kurang cermat, karena masih adanya option jawaban yang sama, keluar dari Standar Kelulusan (SKL) dan tingkat kesulitan yang tidak bertingkat sesuai proporsi SKL.

Kalau dicermati dengan anggaran pendidikan yang dikeluarkan pemerintah saat ini, maka lebih baik UN ditiadakan, anggaran pendidikan sebaiknya di arahkan pada sarana prasarana sekolah sampai di pelosok desa bahkan di perbatasan negara tetangga. Mutu pendidikan bukan hanya ditentukan oleh salah satu faktor pendukung saja, akan tetapi mutu pendidikan lebih menitikberatkan pada sarana/prasarana serta sumber daya manusia (guru).

Kalau pemerintah mau jujur, sebaiknya belajar sama murid kita siapa itu????????? MALAYSIA, cuma kita gengsi……….

Leave a Comment

Filed under Tulisan

TEGAR (Setegar Tekadnya)

tegar – aku yang dulu bukan yang sekarang inbox sctv 2013-02-16

Tegar Pengamen Jalanan Asal Kota Subang

tegar – rindu ibu

 

8 Comments

Filed under Tak Berkategori

SEKSI PENGGANDAAN SUPER SIBUK

1.845 Comments

Filed under Tak Berkategori

Tempat UKG Provinsi Sulawesi Tengah Tahap II

12 Comments

Filed under Tak Berkategori

CALON PESERTA UKG KABUPATEN TOLITOLI

Buat semua Guru Sertifikasi se-Kabupaten Tolitoli, silahkan mengikuti Ujian Kompetensi Guru secara Online yang akan diadakan oleh LPMP Provinsi Sulawesi Tengah dengan Tempat Ujian yang sudah di tentukan. Berikut daftar nama-nama guru yang mengikuti Ujian di SMA Negeri 1 Tolitoli, SMK Negeri 1 Tolitoli dan SMP Negeri 2 Tolitoli!!! Silahkan download disini!!!!!

Daftar Nama Calon UKG Tolitoli 2012

8 Comments

Filed under Tak Berkategori

Penerimaan Siswa Baru Tapel 2012/2013

Untuk tahun pelajaran 2012/2013 SMA Negeri 1 Tolitoli akan membuka kembali penerimaan siswa baru. Tahun ini rencananya akan menerima 7 kelas karena kelas XII yang dinyatakan lulus kemarin hanya 7 kelas. Kuota yang akan diterima setiap kelasnya sekitar 32 – 35 0rang. Sistem penerimaan akan mengacu pada hasil rapat dewan guru dan hasil rapat Panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun pelajaran 2012/2013.

Waktu pelaksanaan PSB akan dilaksanakan tanggal 04 sampai dengan 16 Juni 2012. Sistem penjaringan melalui seleksi akademik dan non akademik.

Lihat dan download persyaratan serta formulirnya :

Pengumuman Penerimaan Siswa Baru 2012/2013

6 Comments

Filed under Pengumuman

Pengumuman Hasil UN 2012

Pengumuman Hasil Ujian Nasional SMA 2012 – Pengumuman hasil Ujian Nasional untuk tingkat SMA/SMK/MA tahun 2012 menurut jadwal yang sudah ditetapkan akan dilaksanakan pada 26 Mei 2012. Sejauh ini belum diketahui mengenai pengumuman hasil UN SMA 2012 online, sepertihalnya tahun lalu pengumuman UN secara online dilakukan melalui situs kemdiknas.go.id.

Situs kemdiknas.go.id menurut pantauan blog Karo Cyber sejauh ini tidak dapat di akses. Mungkin tidak dapat diaksesnya situs ini berkaitan dengan banyaknya pengakses situs tersebut yang ingin mengetahui mengenai hasil pengumuman UN SMA 2012 ini.

Namun bagi anda yang tidak dapat mengakses pengumuman hasil UN SMA 2012 secara online, maka jangan kecewa dulu. Sebab sesuai dengan standart operasional dan prosedur pengumuman hasil UN tahun 2012 untuk tingat SMA, SMKA, serta Madrasah Aliyah (MA), maka hasil pengumuman itu sendiri secara langsung bisa dilihat melaui sekolah-sekolah.

Sebenarnya pengumuman resmi hasil UN tahun 2012 secara nasional sudah diumumkan oleh Mendikbud sejak Kamis (24/5). Namun pengumuman secara resmi baru dilaksanakan disekolah-sekolah pada, Sabtu (26/5).

Harapan kita bersama adalah bahwasannya agar semua adik-adik yang mengikuti UN SMA/SMK/MA 2012 kemarin dapat lulus di tahun ini. Lulus dengan nilai terbaik, tentunya adalah dambaan dari setiap siswa dan tanpa terkecuali adik-adik semua tentunya berharap demikian.

Namun bagi kamu yang tidak lulus dalam pengumuman hasil ujian Nasional SMA 2012 ini, maka diharapkan agar tidak langsung patah semangat, sebab kamu masih ada kesempatan untuk mengikuti ujian kesetaraan paket C yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli 2012 nanti. Hal lain yang bisa dilakukan tentunya adalah mengikuti UN SMA pada tahun mendatang. (sumber  karodalnet di 14:22)

Bagi siswa siswi SMA Negeri 1 Tolitoli angkatan kelulusan 2011/2012, pengumuman hasil Ujian Nasional akan di laksanakan pada Hari Sabtu tanggal 26 Mei 2012 di SMA Negeri 1 Tolitoli. Harap semua orang tua siswa hadir di sekolah terima kasih.

Untuk tahun ini Lulus 100%,  selamat!!!!!!!

17 Comments

Filed under Tulisan

Drama Kelas X C “Snow White And 7 Dwarf”

English Assignment

“ Snow White And seven dwarf”

Name of groups

Kelas X C

 

 

  1. Kiki rezky
  2. Wica Nurkasih
  3. Uni Avisah
  4. Ni luh fitri Andewi
  5. Surnianti
  6. Debby aranindi
  7. Verina
Selengkapnya silahkan download disini!!!! Drama kelas X Snow white and 7 Dwarf


17 Comments

Filed under Tulisan

Yuk Menyelesaikan Tugas Fisika

Kiriman Dari Wandy X A:

Kelompok 1 :

NAMA ANGGOTA :

WANDY ANTOLIS

 NURUL  ANNISA

 MOH. RIOH GUNAWAN

SEINAN SALEH

 ARIWIJAYA. P.

 MOH. FAJRI

 

A. Tujuan Percobaan

Menentukan focus suatu lensa cembung.

B.  Alat Dan Bahan

1 Buah Lensa Cembung

1 Buah Lilin

1 Buah Rel Presisi

1 Buah Layar

2 Buah Tumpukan Berjepit

C. Prosedur Kerja

Susun alat seperti gambar di bawah ini !!!

Selengkapnya Download Disini!!!!Wandy_fisika

1.847 Comments

Filed under Tulisan

Buntuna Swimming Pool

 

Buntuna swimming pool is one of the famous TOLITOLI  swimming pool. The location in the village buntuna, which is the most famous places in TOLITOLI. Buntuna Swimming Pool also has another nama, namely “ Lorenz Swimming Pool “.

Viewed from outside the area, the pool area has a car park and other vehicles that are very broad, and at this parking area, filled with trees and flowers are lush and beautiful. When we want to enter the pool area in this, we first have to buy a ticket Rp. 10.000/ person. After that, when entered into, we can choose one locker number that we can use to store goods and clothes on our behalf.

When first entering the pool area, is a scene that is very exotic to the water a bluish color.

Swimming pool is equipped with facilities that attract, so that visitors are interested in domestic and foreign tourist to visit this beautiful pool. In the pool area there are two swimming pools are a swimming pool for adults and also his left there is a swimming pool for children. The swimming pool is also, has provided a float which serves to support the body people who use it in order not to sink. However, to use it, we had to rent for Rp. 5.000. in addition to a swimming pool, in this Buntuna Swimming Pool, there are also some arsitectural sculpture disigned in such a way huggen from animal , and this statue can be used as a place to take pictures, which later can we make as we are on the agenda during Buntuna Swimming Pool. Artifacts in addition to swimming pools and statues, Buntuna Swimming Pool also provides some of our cottages to relax and enjoy the spectaculer variety of dishes.

Buntuna Swimming Pool also provides a hot water bath, a hot water source comes from the natural geothemal heat, which is beneficial to cure various diseases including arthritis, skin diseases, fand as well place for therapy.

At Buntuna Swimming Pool, has provided toilets for man and woman who place right next to left and right of the locker box. And in the Buntuna  Swimming Pool there are WC. The location Wc in buntuna swimming pool is inside toilet woman. Essentially, the atmosphere in Buntuna Swimming Pool is very beautiful because it is filled with green trees, fresh, and confortable.

Therefore,  come on………. immediately been to buntuna swimming pool, feel the freshness, convenience, and the impressive service of this pool. Guaranteed after you feel all the facilities and atmosphere at this pool, you will definitely feel something different from the existing pool.

Thank you!!!!!

Download here! Buntuna Swimming Pool

18 Comments

Filed under Tulisan

Mari Selesaikan Tugas Matematika Kelas X

Kiriman dari Nia Heriani Kelas X A ;

Diketahui segitiga ABC siku-siku di titik B dengan panjang sisi AC=√5 , BC=2 dan α sudut ACB. Tentukan:

BA2 = AC2 – BC2
= √52 – 22
= 5 – 4
BA = 1

Sin α = (sisi depan)/(sisi miring) Sin α = (sisi depan)/(sisi miring)
= 1/√5 = -1/√5
=0,447 (kuadran II) = -0,447 (kuadran IV)

Cos α =(sisi samping)/(sisi miring) Cos α =(sisi samping)/(sisi miring)
= 2/√5 =-2/√5
=0,894 (kuadran IV) = -0,894 (kuadran II)

Tan α = (sisi depan)/(sisi samping)
=-1/2
= -0,5 (kuadran II & IV)

Diketahui cos ϴ = 4/5 , ϴ sudut lancip, Hitunglah:

AB2 = AC2 – BC2
= 52 – 42
= 25 – 16
= √9
AB = 3

Sin ϴ =(sisi depan)/(sisi miring) Sin ϴ =(sisi depan)/(sisi miring)
= 3/5 =- 3/5
= 0,6 (kuadran II) = -0,6 (kuadran IV)

Tan ϴ = (sisi depan)/(sisi samping)
=- 3/4
= – 0,75 (kuadran II & IV)

Diketahui tan α = 1, untuk 180o ≤ α ≤ 270o. Hitunglah :

AC2 = AB2 + BC2
= 12 + 12
= 1 + 1
= √2
AC = 1, 41

Sin α =(sisi depan)/(sisi miring) Sin α =(sisi depan)/(sisi miring)
= 1/1,41 =-1/1,41
= 0,709 (kuadran II) = -0,709 (kuadran IV)

Cos α = (sisi samping)/(sisi miring) Cos α = (sisi samping)/(sisi miring)
= 1/1,41 = -1/1,41
= 0,709 (kuadran IV) = -0,709 (kuadran II)

Hitunglah Nilai:

Sin ( -750o ) = – sin 750o
= – sin ( 2 x 360o + 30o )
= – sin 30o
= – 0,5

Cos 680o = cos ( 3 x 360o – 40o )
= cos 40o
= 0, 766

Hitunglah nilai:

= (2 (〖 sin〗⁡〖120-cos⁡〖135 )〗 〗)/sin⁡30

= (2 (sin⁡〖180-60) (cos⁡〖180-45)〗 〗)/sin⁡30

=(2 ((sin⁡〖60-(-cos45))〗)/sin⁡30

=(2 (sin⁡〖60 +〖 cos〗⁡〖45 )〗 〗)/sin⁡30

=(2 x sin⁡〖60+2 x cos⁡45 〗)/sin⁡30

=(2 x 0,866+2 x 0,707)/0,5

=(1,732+1,414)/0,5

=3,146/0,5

= 6, 292
= 6,3

Diketahui segitiga ABC dengan panjang sisi b= 8 cm, c = 5 cm dan besar

a2 = b2 + c2 – 2bc cos A
= 82 + 52 – 2 x 8 x 5 cos 60
= 64 + 25 – 80 x 0,5
= 89 – 40
= 49
a = √49
a = 7 cm

Hitunglah himpunan penyelesainan dari 2 sin x – √3 = 0 , untuk 0o ≤ x ≤ 360o

2 sin Ҩ – √(3 ) = 0
2 sin Ҩ = √3
Sin Ҩ = √3/2
Sin Ҩ = 1/2 √3
Sin Ҩ = sin 60
Ҩ = 60 + k . 360
= 60o
Ҩ = ( 180o – 60o ) + k . 360O
= 120o + k . 360o
= 120o
Hp = { 60o , 120o }
Hitunglah luas segitiga dengan panjang sisi-sisi 5 cm, 6 cm, 7 cm

S = 1/2 ( 5 + 6 + 7 )

= 1/2 (18)

= 9

Luas segitiga = √(s ( s-5 )( s-6 )( s-7 ) )

= √(9 ( 9-5 )( 9-6 )( 9-7 ))

= √(9 x 4 x 3 x 2)

= √216

= 14, 69

= 14,7

Buktikan bahwa

( sin Ҩ + cos Ҩ)2 – 2 tan x cos2 Ҩ = 1

Bukti ruas kiri

= sin2Ҩ + 2 sin Ҩ cos Ҩ + cos2 Ҩ – sin⁡Ҩ/cos⁡Ҩ x cos2 Ҩ

= sin2 Ҩ + cos2 Ҩ + 2 sin Ҩ cos Ҩ – 2 sin Ҩ cos Ҩ

= 1 ( ruas kanan terbukti)

…………………………????????

Selengkapnya silahkan download di bawah ini !!!!!

Lampiran Doc1

17 Comments

Filed under Tulisan

TRADISI BALAS PANTUN DALAM PERNIKAHAN ADAT TOLITOLI

TRADISI BALAS PANTUN DALAM PERNIKAHAN

“KABINGTRADISI BALAS PANTUN DALAM PERNIKAHAN “KABINGAN” ai “MELLEGESAN” TAU TOLITOLI Awalnya dari sekedar jalan-jalan ke kampung halaman teman kami didesa Pinjan Kecamatan Tolitoli Utara sampai akhinya bisa mengetahui adat istiadat dalam pernikahan yang mungkin bagi sebagian masyarakat perkotaan sudah tidak mengenal kebiasaan-kebiasaan yang ada dari zaman nenek moyang masyarakat Tolitoli ini. Pada hari itu tepatnya tanggal 15 April 2012, Yatno, Fahmi, Nastur dan saya sendiri Abe ( Pembina Pramuka) melakukan sebuah perjalanan ke salah satu desa yang ada di Kabupaten Tolitoli, lebih tepatnya di Desa Pinjan. Entah apalah sebutan yang pasnya untuk perjalanan kemarin, mungkin bisa dikatakan perjalanan wisata sekaligus budaya yang sekali lagi merupakan warisan nenek moyang yang sudah lama tidak dilaksanakan dalam kegiatan Akad Nikah. Perjalanan yang kami tempuh untuk sampai di Desa Pinjan memakan waktu sekitar 3 Jam sudah termaksud dengan waktu istirahat di jalan. Sesampainya di Desa kami ber-empat jalan-jalan ke salah satu warung yang ada di bukit Desa. Pada saat itu salah se-orang warga mengatakan bahwa ada pernikahan yang akan dilangsungkan di Desa tersebut. Bergegaslah kami ber-empat menuju ke lokasi pernikahan tersebut, dan sampailah kami di lokasi yang di maksud orang si pemberi info tadi. Awalnya sempat terlintas di benak kami ber-tiga ( Tidak termaksud Nastur, karena memang dia asli orang dii Desaitu ), ini pernikahan kok ngak ada musik pengiringnya, atau mungkin belum karena menunggu acara resepsinya dulu atau semacamnyalah. Tapi pemikiran kami ber-tiga salah semua, ternyata pada malam itu hanya diadakan akad nikah sekaligus resepsinya, dalam bahasa Daerah Tolitoli Acara tersebut Bernama “KABINGAN”. Sekali lagi dari acara adat pernikahan tersebut kami mendapatkan satu hal yang belum pernah dilihat dalam prosesi adat pernikahan, yakni memainkan alat musik tradisional seperti GAMBUS, KORONCONGAN dan di-iringi oleh gitar sambil berbalas pantun, dalam bahasa Tolitoli “MELLEGESAN”. Menjadi sebuah keunikan karena memang selama ini kami belum pernah menjumpai kegiatan tersebut dalam adat pernikahan. Uniknya lagi kegiatan berbalas pantun tersebut bisa berlansung hingga pagi hari dan dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup berumur, waduuhhh memang kebiasaan yang patut untuk dilestarikan keberadaannya, sehingga kebiasaan tersebut tidak hilang dimakan waktu seiring dengan majunya modernisasi dan globalisasi. Seorang warga yang dituakan sedang memainkan alat musik tradisional yang bernama gambus Para wanita yang menjadi bagian dari prosesi “berbalas pantun” atau “Mellegesan” “Kita Sasakan Montoliusat” ( Kita Semua Bersaudara ) Created By : – Arief Abe,SH. ( Penulis ) – Yatno Ketua Kelas ( Dokumentasi & Editor ) – Fahmi Wakil Ketua Kelas ( Reporter ) – Nastur ( Penerjemah ) AN” ai “MELLEGESAN” TAU TOLITOLI

Awalnya dari sekedar jalan-jalan ke kampung halaman teman kami didesa Pinjan Kecamatan Tolitoli Utara sampai akhinya bisa mengetahui adat istiadat dalam pernikahan yang mungkin bagi sebagian masyarakat perkotaan sudah tidak mengenal kebiasaan-kebiasaan yang ada dari zaman nenek moyang masyarakat Tolitoli ini.

Pada hari itu tepatnya tanggal 15 April 2012, Yatno, Fahmi, Nastur dan saya sendiri Abe ( Pembina Pramuka) melakukan sebuah perjalanan ke salah satu desa yang ada di Kabupaten Tolitoli, lebih tepatnya di Desa Pinjan. Entah apalah sebutan yang pasnya untuk perjalanan kemarin, mungkin bisa dikatakan perjalanan wisata sekaligus budaya yang sekali lagi merupakan warisan nenek moyang yang sudah lama tidak dilaksanakan dalam kegiatan Akad Nikah.

Perjalanan yang kami tempuh untuk sampai di Desa Pinjan memakan waktu sekitar 3 Jam sudah termaksud dengan waktu istirahat di jalan. Sesampainya di Desa kami ber-empat jalan-jalan ke salah satu warung yang ada di bukit Desa. Pada saat itu salah se-orang warga mengatakan bahwa ada pernikahan yang akan dilangsungkan di Desa tersebut. Bergegaslah kami ber-empat menuju ke lokasi pernikahan tersebut, dan sampailah kami di lokasi yang di maksud orang si pemberi info tadi. Awalnya sempat terlintas di benak kami ber-tiga ( Tidak termaksud Nastur, karena memang dia asli orang dii Desaitu ), ini pernikahan kok ngak ada musik pengiringnya, atau mungkin belum karena menunggu acara resepsinya dulu atau semacamnyalah. Tapi pemikiran kami ber-tiga salah semua, ternyata pada malam itu hanya diadakan akad nikah sekaligus resepsinya, dalam bahasa Daerah Tolitoli Acara tersebut Bernama “KABINGAN”.

Sekali lagi dari acara adat pernikahan tersebut kami mendapatkan satu hal yang belum pernah dilihat dalam prosesi adat pernikahan, yakni memainkan alat musik tradisional seperti GAMBUS, KORONCONGAN dan di-iringi oleh gitar sambil berbalas pantun, dalam bahasa Tolitoli “MELLEGESAN”. Menjadi sebuah keunikan karena memang selama ini kami belum pernah menjumpai kegiatan tersebut dalam adat pernikahan. Uniknya lagi kegiatan berbalas pantun tersebut bisa berlansung hingga pagi hari dan dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup berumur, waduuhhh memang kebiasaan yang patut untuk dilestarikan keberadaannya, sehingga kebiasaan tersebut tidak hilang dimakan waktu seiring dengan majunya modernisasi dan globalisasi.

Seorang warga yang dituakan sedang memainkan alat musik tradisional yang bernama gambus

Para wanita yang menjadi bagian dari prosesi “berbalas pantun” atau “Mellegesan”

“Kita Sasakan Montoliusat” ( Kita Semua Bersaudara )

Created By :

– Arief Abe,SH. ( Penulis )

– Yatno Ketua Kelas ( Dokumentasi & Editor )

– Fahmi Wakil Ketua Kelas ( Reporter )

– Nastur ( Penerjemah )

6.820 Comments

Filed under Tulisan

UPACARA DENGAN KOMANDAN KODIM 1305/BT

Hari Senin adalah hari pertama setiap siswa memulai aktifitas belajar di sekolah, tetapi pada Hari Senin 23 April 2012 merupakan Hari yang sangat berkesan di SMA NEgeri 1 Tolitoli. Pasalnya Upacara yang diadakan secara rutin tidak seperti biasanya. Hari itu penuh tanda tanya dalam diri siswa”ada apa” kok tidak biasanya pelaksanaan Upacara Bendera, karena komandan Upacara juga Komandan Komando Distrik Militer 1305/BT yang sangat tegas dan berwibawa yaitu Bapak Letnan Kolonel Inf. TSP. SILABAN.

Dalam amanatnya beliau menyampaikan beberapa pesan yang sangat berguna bagi generasi muda khususnya siswa-siswi SMA Negeri 1 Tolitoli, yang ingin berkarir di bidang kemiliteran khususnya Angkatan Darat maka Kodim 1305/BT sebagai institusi siap melayani generasi-generasi penerus bangsa untuk bisa menggantikan senior-senior yang akan mendekati purna bakti kepada negara. Dan Kodim juga siap memfasilitasi calon-calon prajurit untuk bisa mendaftarkan diri tanpa di pungut biaya. Begitu besar peluang yang tersedia di keprajuritan akan tetapi Komandan Kodim heran “kenapa banyaknya generasi yang berbakat kok malah kurang mendaftarkan diri ke Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara atau Angkatan Kepolisian. Dalam amanatnya pula beliau berpesan untuk selalu disiplin dalam kebaikan, …..

Selengkapnya………

16 Comments

Filed under Tulisan

Bersenandung Ala Melayu

Lagu Melayu,Pucuk Pisang

2 Comments

Filed under Tulisan

Yuk Kita Nyanyi

Sabar pak Neli…jangan tegang!!!!!!

11 Comments

Filed under Tak Berkategori

Perubahan Tampilan

Assalamu’alaikum wr..wb..

Disampaikan kepada seluruh pembaca setia web kami, web ini perlu adanya perubahan maka silahkan para pembaca memberikan masukan agar tampilannya lebih menarik lagi.

wassalamu’alaikum wr..wb..

2 Comments

Filed under Tulisan

SARTONO SANG PENCIPTA LAGU HYMNE GURU

SARTONO SANG PENCIPTA LAGU HYMNE GURU

Minggu, 02 Mei 2010

Rabu, 27 Juli 2011

sartonojpg

Mengikuti sayembara mencipta himne guru dari secarik koran di bis. Selama 24 tahun tetap setia menjadi guru honorer di SMP swasta. Penghargannya kebanyakan piagam saja.

· Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

· Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

· Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

· Sbagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu

· Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

· Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

· Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Siapa yang tak kenal lagu ini lirik himne guru berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, ini sangat sering terdengar di telinga kita. Masih terngiang betapa di era 1980-an, lagu ini sangat sering dinyanyikan di sekolah-sekolah. Sebab setiap upacara bendera pada hari Senin, lagu ini selalu dinyanyikan.

Istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” bahkan kemudian menjadi ikon yang disematkan kepada para guru. Siapa sangka bila “sang pahlawan” yang tanpa tanda jasa itu sejatinya dialami si pencipta lagu tersebut. Ya, Sartono, pencipta lagu yang juga guru itu di masa senjanya hidup dalam kesederhanaan. Laki- laki asal Madiun yang genap berusia 72 tahun, 29 Mei ini, tinggal rumah sederhana di Jalan Halmahera 98, Madiun.

Sejak ia mengajar musik di SMP Purna Karya Bhakti Madiun pada 1978, hingga “pensiun” pada 2002 lalu, Sartono tetap menyandang guru honorer. Ia tak punya gaji pensiunan, karena statusnya bukan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kawan-kawan sesama guru sempat membantu mengajukan dia menjadi PNS. “Katanya sih sering diajukan nama saya, tetapi sampai saya pensiun dari tugas sebagai guru, PNS untuk saya kok tidak datang juga,” kata Sartono.

Sartono memang minder dengan latar belakang pendidikannya yang tak tamat SMA. Ia mengajar di SMP Purna Karya Bhakti, yang belakangan lebih dikenal sebagai SMP Kristen Santo Bernadus, berbekal bakatnya di bidang musik. Sartono yang beragama Islam itu melamar di Santo Bernadus berbekal sertifikat pengalaman kerja di Lokananta, perusahan pembuat piringan hitam di Solo, Jawa Tengah.

Hidup serba dalam kesempitan, tak membuat Sartono meratapi nasib.Ia merasa terhibur, dengan kebersamaan dengan Damiyati, BA, 59 tahun, isterinya yang guru PNS. Damiyati dinikahi Sartono pada 1971. Dari pernikahan mereka belum jua dikaruniai anak. Sehingga mereka mengasuh dua orang keponakan. Damiyati yang juga guru, juga seniman biasa manggung bersama Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung, di masa mudanya.

Kehidupan sehari-harinya kini hanya dari pensiun istrinya yang tak lebih dari dari Rp 1 juta. Sartono sendiri kala masih aktif mengajar, gajinya pada akhir pengabdiannya sebagai guru seni musik cuma Rp 60.000 per bulan. “Gaji saya sangat rendah, bahkan mungkin paling rendah diantara guru-guru lainnya,” katanya mengenang masa lalunya.

Kala masih kuat, Sartono menambal periuk dapurnya dengan mengajar musik. Sepekan sekali, Sartono yang pandai bermain piano, gitar, dan saksofon, ini rutin mengajar kulintang di Perhutani Nganjuk, sekira 60 kilometer dari rumahnya di Madiun.

BERMULA DARI LOKANANTA

Jalan menjadi guru berawal dari kegemarannya bermain musik. Putra sulung dari lima bersaudara ini sebenarnya lahir dari keluarga cukup berada. Maklum, ayahnya R. Soepadi adalah Camat Lorog, Pacitan. Sartono kecil memang suka bermain musik secara otodidak. Namun, hidup nyaman tak bisa dirasakan berlama-lama. Ketika ia berusia 7 tahun, Jepang menduduki Indonesia. Ayahnya pun tak lagi menjabat camat.

Sartono, bersama empat adiknya, Sartini, Sartinah, Sarwono dan Sarsanti, tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Ia sendiri putus sekolah kala kelas dua di SMA Negeri 3 Surabaya.

Ia kemudian bekerja di Lokananta, perusahaan rekaman dan produsen piringan hitam. “Saya Lupa tahun berapa itu, tapi saya hanya bekerja selama dua tahun saja,” kata Sartono, yang mengaku sudah susah mengingat tahun.

Selepas kerja di Lokananta, Sartono bergabung dengan grup musik keroncong milik TNI AU di Madiun. Ia bersama kelompok musik tentara itu pernah penghibur tentara di Irian. “Di sana selama tiga bulan,” jelasnya.

DARI SECARIK KORAN

Ihwal penciptaan lagu himne guru itu boleh dibilang tak sengaja. Ketika itu, tahun 1980, Sartono tengah naik bis menuju Perhutani Nganjuk, untuk mengajar kulintang. Di perjalanan, secara tidak sengaja ia membaca di secarik koran, mengenai sayembara penciptaan lagu himne guru yang diselenggarakan Depdiknas. Hadiahnya besar untuk saat itu, Rp 750.000. Waktu yang tersisa dua pekan, untuk merampungkan lagu.

Sartono yang tak bisa membaca not balok ini, mulai tenggelam dalam kerja keras mengarang lagu saban harinya. “Saya mencermati betul seperti apa sebenarnya guru itu,” jelas Sartono sambil memulai membuat lagu itu.

Waktu sudah mepet, lagu belum juga jadi. Sartono pusing bukan kepalang. Syairnya masih amburadul. Pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Sartono tidak keluar rumah. Ia bahkan tak turut beranjang sana mengantar istri dan dua keponakannya silaturrahmi ke orangtua dan sanak famili. “Saat itu kesempatan bagi saya untuk membuat lagu dan syair secara serius,” katanya. “Waktu itu saya merasa begitu lancar membuat lagu dan menulis syairnya.”

Awalnya, lirik yang ia ciptakan kepanjangan. Padahal, durasi lagu tak lebih dari empat menit. Sartono pun berkali- kali mengkajinya untuk mengetahui mana yang harus dibuang. “Karena panjang sekali, maka saya harus membuang beberapa syairnya,” jelas Sartono. Hingga muncullah istilah “pahlawan tanpa tanda jasa.”

“Guru itu juga pahlawan. Tetapi selepas mereka berbakti tak satu pun ada tanda jasa menempel pada mereka, seperti yang ada pada polisi atau tentara,” katanya.

Persoalan tak begitu saja beres. Lagu ada, Sartono kebingungan mengirimnya ke panitia lomba di Jakarta. Sebab ia tidak punya uang untuk biaya pengiriman via pos. “Akhirnya saya menjual jas untuk biaya pos,” katanya.

Sartono menang. “Hadiahnya berupa cek. Sesampainya di Madiun saya tukarkan dengan sepeda motor di salah satu dealer,” kata Sartono.

PENGHARGAAN MINIM

Lagunya melambung, Sartono tidak. Sang pencipta tetap saja menggeluti dunia mengajar sebagai guru honorer hingga “pensiun.” Kalaulah ada penghargaan selain hadiah mencipta lagu, “cuma” beberapa lembar piagam ucapan terimakasih. Nampak piagam berpigura dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo yang diberikan pada 2005. Pak Gubernur juga memberikan bantuan Rp 600.000, plus sebuah keyboard.

Piagam lainnya diberikan Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin pada 2000. Kemudian piagam dari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo pada 2005, plus bantuan uang. “Isinya enam ratus ribu rupiah,” kata Sartono.

Tahun 2006 lalu, giliran Walikota Madiun yang dalam sepanjang sejarah baru kali ini memberikan perhatian kepadanya. “Pak Walikota menghadiahi saya sepeda motor Garuda,” kata Sartono seraya menunjuk sepeda motor pemberian Walikota Madiun.

Meski minim perhatian, Sartono tetaplah bangga, lagunya menjadi himne para guru. Pekerjaan yang dilakoninya selama 24 tahun. Pengabdian yang tak pendek bagi seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

———————-
BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PARA PAHLAWANNYA..!!!

10 Comments

Filed under Tulisan

PANGGUNG SANDIWARA BUNG KARNO

PANGGUNG SANDIWARA BUNG KARNO

PANGGUNG SANDIWARA BUNG KARNO
(SEMASA PENGASINGANNYA DI BENGKULU 1938-1942)
Naskah sebagai peninggalan produk masa lampau seringkali mengandung berbagai informasi tentang aspek kehidupan masyarakat lampaunya baik aspek ekonomi, politk, maupun sosial budaya (Siti Chamamah Soeratno, 1997:10). Demikian juga dengan kumpulan naskah sandiwara toneel karya Bung Karno.
kumpulan naskah sandiwara karya Bung Karno ini berbentuk dialog – dan kadang-kadang pada bagian-bagian tertentu diperlukan monolog. Oleh karenanya naskah tersebut dapat dimasukkan dalam kategori teks drama. Dialog bergantian (giliran bicara), sekali-kali monolog, merupakan teks-teks yang disiapkan kepada para aktornya – tak seorangpun ada berperan sebagai juru cerita (dalang) yang berhubungan langsung dengan penonton (Jan Van Luxemburg dkk, 1986:160).
Jumlah naskah yang pernah ditulis oleh Bung Karno semasa pengasingannya di Ende (1934 – 1938) tercatat sebanyak dua belas judul (Cindy Adams, 1966:175 ; Lambert Giebels, 1999:200). Keduabelas judul tersebut, yang tercatat antara lain : Dr. Sjaitan; Ero Dinamik; Rahasia Kelimoetoe; Tahoen 1945; Don Louis Pereira; Koetkoetbi; Toberro, dan Kummi Torro ? -. Menurut cerita Pak Burhan Wahid, naskah Bung Karno yang diberi judul Toberro itu merupakan kepanjangan dari Tokyo – Berlin – dan Roma. Sayang, tak banyak data tentang naskah tersebut yang bisa diungkapkan.
Kemudian, semasa pengasingannya di Bengkulu (1938 – 1942), Bung Karno juga menulis beberapa naskah, antara lain : Rainbow (Poetri Kentjana Boelan); Hantoe Goenoeng Boengkoek; Si Ketjil (Klein’duimpje); dan Chungking Djakarta.
Sayangnya, dari sekian banyak naskah tersebut, yang sampai pada penulis, hanya ada empat buah naskah, yaitu : Dr. Sjaitan ; Chungking Djakarta; Koetkoetbi; dan Rainbow (Poteri Kentjana Boelan). Bahkan teks naskah Dr. Sjaitan sudah tidak lengkap – hanya ada dua bedrijf (babak) saja – semestinya, lengkapnya terdiri atas enam babak (Lambert Giebels, 1999: 201).
Namun demikian, melalui beberapa narasumber yang pernah diceriterakan kepada penulis, kandungan ceritera beberapa naskah seperti Hantoe Goenoeng Boengkoek, Dr. Sjaitan, maupun Si Ketjil (Klein’duimpje) masih dapat direkonstruksi.
Pesan Moral Bung Karno
Apa yang ditulis oleh Bung Karno adalah buah pikirannya. Dan buah pikirannya sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya, serta semangat jiwa zamannya. Jelasnya, Bung Karno hidup dalam suasana zaman pergerakan melawan kolonialis, dan sebagai tokoh sentral dalam pergerakan kaum nasionalis yang sedang mengobarkan api semangat nasionalismenya, meskipun dalam kondisi fisik terkurung – jiwa – semangat tak terbendung.
Buah tulisannya sangat sarat dengan amanat – pesan moral perjuangan yang disampaikan kepada masyarakat – bangsa Indonesia ditengah pergolakan hidup dari alam penjajahan menuju alam kemerdekaan. Pesan moral tentang arti pentingnya sebuah kesadaran sosial, berbudaya, politik, jatidiri – prinsip hidup bermartabat, berjiwa satria, kegotong-royongan – solidaritas – kebersamaan lintas kultural, kesadaran berketuhanan, hampir semua tercakup didalam isi kandungan kumpulan naskahnya.
Nilai-nilai moral – etika, musyawarah, serta kepemimpinan nampak menonjol pada beberapa naskah karya Bung Karno, terlebih pada naskah Chungking Djakarta. Nilai-nilai tersebut nampaknya seperti menjadi salah satu kecenderungan dalam tradisi penulisan naskah – seperti yang terdapat juga pada kandungan naskah Tantu Panggelaran (Depdikbud : 1999), maupun Babat Lombok I (Depdikbud : 1999).
Pesan – amanat Bung Karno sebagai seorang nasionalis – patriotis yang tulen cukup jelas pada isi kandungan naskah Chungking Djakarta. Dalam naskah ini, Bung Karno mengingatkan bahwa setiap langkah perjuangan tentu saja banyak rintangannya. Dan rintangan terberat yang sering menghadangnya adalah sebuah pengkhianatan dalam seperjuangan. Atau lebih tegasnya lagi “musuh dalam selimut”. Namun pada akhirnya kebenaran selalu membuahkan kemenangan.
Tokoh Tjen Djit Tjioe dan Zakir Djohan dalam naskah Chungking Djakarta menggambarkan karakter dua orang pejuang yang gigih, ulet dalam mengemban misi perjuangannya dengan tulus, serta menjunjung semangat moralitas yang tinggi. Disisi lain, kedua tokoh ini menggambarkan solidaritas – kebersamaan lintas kultural. Konsep – wawasan nasionalisme – wawasan kebangsaan yang ingin dibangun oleh Bung Karno bukanlah konsep nasionalisme – kebangsaan yang sempit (chauvinistis). Nampaknya terbaca jelas melalui kedua tokoh Tjen dan Zakir yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda namun bersatu dalam semangat kesadaran nasionalisme – nasionalisme bangsa Asia melawan bangsa kolonial. Disamping itu, apa yang pernah dicita-citakan oleh Bung Karno dalam konsep pembangunan politiknya yang disebut dengan istilah – “membangun poros Jakarta – Peking” bisa jadi naskah Chungking Djakarta ini bagian dari perjalanan sebuah proses penuangan konsep dalam bentuk lain yang disamarkan. Sebaliknya, tokoh Jo Ho Sioe dan tokoh Abu menggambarkan karakter – sifat antagonistis, pengkhianatan terhadap bangsanya, haus kekuasaan – kebendaan, keserakahan – kebathilan, yang berujung pada kebinasaan. Sementara tokoh Miss Liliwoe mewakili sifat –watak patriotik yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Demikian juga dengan gambaran tokoh Saminah dalam naskah Chungking Djakarta ini. Saminah digambarkan sebagai seorang yang teguh mempertahankan prinsip – jatidiri kebudayaannya – tak terpengaruh oleh silaunya dunia yang serba kebendaan. Pesan moral yang cukup mendalam tentang nafsu, keserakahan, kekuasaan yang tidak selamanya membawa kebahagiaan dalam kehidupan. Bahkan, sebaliknya membuat orang lupa diri yang berujung pada kebinasaan – seperti yang dicontohkan pada tokoh Abu dalam Chungking Djakarta.
Dan pada ujung ceritanya, Bung Karno memberikan pesan moral, bahwa pemberian penghargaan terhadap para pahlawan – pejuang sangat penting guna mengingatkan atas jasa-jasa perjuangan dalam membela tanah airnya. Seperti yang dicontohkan dalam akhir cerita ini, dimana Tjen Djit Tjioe dan Zakir Djohan mendapat tanda jasa perhargaan sebagai pejuang.
Sementara pada isi kandungan naskah Koetkoetbi yang ada kecenderungan kemiripan pola dengan isi kandungan dalam naskah Dr. Sjaitan, lebih banyak menonjolkan unsur magis – mistis – penuh horor sebagaimana kisah dalam cerita film Frankenstein. Dan ending dari cerita Koetkoetbi ini cukup menarik – seperti akhir cerita dalam judul sinetron “misteri Illahi” – atau “Dendam Siluman Buaya”. Kekuatan Allah – Sang Pencipta – Penguasa isi jagad raya menjadi dasar – landasan tingkat kesadaran religius – keimanan si penulis naskah yang cukup kuat.
Naskah Koetkoetbi ini ceritanya juga hampir mirip dengan cerita rekaan Jaelangkung – menggambarkan seseorang – manusia yang mencoba bermain-main dengan menghidupkan jasad orang yang sudah mati ratusan ribu tahun – yang kemudian membawa malapetaka baginya. Pesan moral yang disampaikan dalam Koetkoetbi ini selain berkaitan dengan pelestarian benda-benda cagar budaya, juga bahayanya – resikonya bermain-main dengan dunia mistis tanpa landasan kesadaran keimanan yang kuat. Dan akhirnya, hanyalah kekuatan Illahi lah yang harus ditempatkan diatas segalanya. Tiada tempat pertolongan selain melalui Allah.
Selanjutnya, dalam naskah Rainbow, selain membawa pesan moral dalam membangun semangat patriotik – berjiwa ksatria, lebih banyak memberikan pengajaran arti pentingnya sebuah kesadaran sejarah sebagai entitas – bagian yang tak terpisahkan dalam kebudayaan masyarakatnya. Pesan moral Bung Karno tentang arti pentingnya kesadaran sejarah, diperjelas pada selebaran pamlet sebelum pementasan Rainbow. Bahkan dalam pamlet tersebut diterangkan tahun-tahun peristiwa sejarah Bengkulu.
Bung Karno sangat sadar, bahwa masyarakat – bangsa Indonesia perlu mempelajari sejarah agar memiliki masa depan. Tampaknya sejalan dengan apa yang pernah dilontarkan oleh Michael Sturner, bahwa “Di negeri yang tanpa sejarah, masa depan masyarakatnya akan dikuasai oleh mereka yang menentukan isi ingatan, serta yang merumuskan konsep dan menafsirkan masa lampau” (Taufik Abdullah, 1995:35). Sejarawan Cicero pun pernah yang mengatakan, bahwa barang siapa tak kenal sejarahnya, akan tetap menjadi anak kecil” (Sartono Kartodirdjo, 1992:23). Dan jauh sebelumnya, orang Yunani Kuno pun sudah memperkenalkan apa yang disebut dengan “Historia Vitae Magistra” (sejarah adalah guru kehidupan). Bukankah Bung Karno juga sempat mengingatkan kita tentang “Jasmerah” (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah).

Sebelum Memimpin Monte Carlo
Sebagai seorang interniran (orang buangan politik) yang baru saja menginjakkan kakinya di bumi “Rafflesia” Bengkulu, tidak memungkinkan pada tahun pertama (1938) Bung Karno menerjunkan diri dalam kelompok seni musik orkestra Monte Carlo. Dan itu bukanlah tujuan utama Bung Karno untuk menerjunkan diri sebagai seorang “seniman” – melainkan semata sebagai media untuk menumbuhkankembangkan sebuah kesadaran nasionalisme kepada masyarakat yang sedang tertindas dalam belenggu kolonial.
Pada tahun pertama, Bung Karno lebih banyak disibukkan oleh kegiatan yang bersifat sosial – kemasyarakatan. Bung Karno memerlukan sebuah proses sosialisasi dengan lingkungan barunya untuk memahami tipologi serta kultur masyarakat Bengkulu. Dan ternyata, dalam waktu yang relatif singkat Bung Karno mampu menjalin komunikasi – interaksi sosial dengan beberapa tokoh masyarakat kota Bengkulu – terutama dari kalangan terpelajar, cerdik-pandai, guru, pegawai, usahawan, termasuk juga tokoh-tokoh penting Muhammadiyah – maupun Taman Siswa.
Di mata para tokoh pergerakan Bengkulu, nama Bung Karno sebagai tokoh pejuang sentral – nasional, memang sudah tidak asing lagi, karena mereka sudah sering mendengar, dan membaca tulisan-tulisan Bung Karno lewat media. Seperti yang diceritakan oleh M. Ali Hanafiah, salah seorang pendiri Taman Siswa Bengkulu, yang mendapat kehormatan kunjungan pertama Bung Karno ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Bengkulu (M. Ali Hanafiah, 2003: 25). Bahkan kemudian, pada suatu hari, Bung Karno dikunjungi oleh Hassan Din, Ketua Muhammadiyah setempat menjadi guru sekolah Muhammadiyah (Cindy Adams, 1966:188). Kunjungan Hassan Din bersama istri dan anaknya Fatima (Fatmawati), serta adik Hassan Din ke rumah Bung Karno dikisahkan oleh Fatmawati dalam buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno (Fatmawati, 1985:32).
Sejak bergabung dengan para tokoh perkumpulan seperti Muhammadiyah dan Taman Siswa setempat, Bung Karno semakin banyak pergaulan – sering terjun ke lapangan – keliling kota Bengkulu. Bung Karno semakin aktif dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Dalam waktu yang relatif singkat, pengaruh Bung Karno di Bengkulu semakin besar, meski aktivitas Bung Karno Karno sepak terjang – gerak-gerik Bung Karno terus menerus diawasi oleh pemerintah Belanda melalui polisi intel.
Di Bengkulu, Bung Karno juga mempunyai banyak kawan dari kalangan orang Tionghoa, termasuk orang-orang Tionghoa yang bergerak dalam usaha perdagangan. Beberapa orang Tionghoa yang sering bergaul dan menjadi sahabat Bung Karno antara lain: Oey Tjeng Hien alias H.A. Abdoel Karim, Lie Tjoen Liem, Liem Bwe Seng, serta Tjan pemilik percetakan.
Rupanya Oey Tjeng Hien adalah kawan lamanya Bung Karno ketika sama-sama dengan duduk dalam Persyarikatan Islam – Persis di Bandung. Hien yang semula membuka usahanya di daerah Bintuhan (Bengkulu Selatan), lalu ditarik oleh Bung Karno untuk pindah ke kota Bengkulu. Hien akhirnya menuruti Bung Karno dan kemudian membuka usaha meubelnya di Suka Merindu bersama dengan Bung Karno sebagai arsiteknya. Di tempat itulah terpampang tulisan : Peroesahaan Meubel Soeka Merindoe dibawah pimpinan Ir. Soekarno. Hien bisa menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Muhammadiyah di Bengkulu itu juga atas desakan Bung Karno (Lambert Giebels, 2001:219).
Sedangkan hubungan Bung Karno dengan Lie Tjoen Liem yang semula hanya sebatas hubungan bisnis ringan yang saling menguntungkan, tetapi kemudian berlanjut seperti sahabat dekat. Menurut penuturan Bu Lidia alias Lie Khioek Sien, salah satu anak perempuannya Lie Tjoen Liem, bahwa Bung Karno sering juga datang ke tokonya yang sekaligus rumahnya – kadang juga makan di rumahnya. Bahkan Bung Karno pernah ngebon sebuah arloji seharga f 6 di toko papanya. Sayang, surat tanda bonnya dibawa oleh adiknya yang bernama Lie Kim Nam – dan sekarang adiknya sudah meninggal dunia.
Lie Tjoen Liem, asal Tiongkok yang semula merantau ke Bantam dan berusaha di bidang leveransir beras, makanan, bahan bangunan, serta obat-obatan. Kemudian setelah ke Bengkulu, membuka Toko yang diberi nama Sin Tjie Hoo – nama papanya asli orang Tiongkok (Cina totok), tetapi orang kemudian lebih mengenal toko itu dengan nama pemiliknya, yaitu Liem – maka menjadi Toko Liem yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, serta barang-barang besi bangunan “ Provi’sien en Dranken, Ijzerwaren. ”
M.Ali Hanafiah sendiri dalam catatannya juga menceritakan, bahwa Bung Karno dan M.Ali Hanafiah sebelum melakukan perjalanan keliling kota, mampir dulu ke Toko Liem – kemudian Bung Karno mengambil makanan dua batang chocolate Van Houten atau Kwatta yang kemudian dibagi berdua. Bung Karno mengambil begitu saja tanpa membayar – rupanya ada hubungan bisnis kecil-kecilan, yaitu Bung Karno dengan menggunakan nama samaran sering menulis artikel pada lembar iklan tokonya (M. Ali Hanafiah, 2003:38).
Orang Tionghoa yang satunya lagi yang berhubungan dengan Bung Karno adalah Liem Bwe Seng, pemilik rumah di jalan Anggut Atas yang disewa oleh Bung Karno sebagai tempat tinggal selama di Bengkulu (1938-1942). Sayang tidak banyak keterangan seberapa jauh hubungan Bung Karno dengan pemilik rumah yang telah terjalin selama empat tahun.
Memang, kebanyakan yang membuka usaha bisnis berbagai macam perdagangan baik di bidang percetakan (drukkerij), makanan dan minuman, barang-barang bangunan (besi, seng, paku, semen, cat, dan lain-lain), dan lain-lain adalah orang-orang Tionghoa, termasuk pemilik Toko En yang bergerak dibidang jasa photograf. Sudah barang tentu Bung Karno sering berhubungan dengan mereka yang banyak menyediakan berbagai barang yang diperlukan dalam pertunjukan Monte Carlo.

Pemimpin Monte Carlo
Tak diketahui secara pasti kapan tepatnya, Bung Karno menjadi pemimpin Monte Carlo. Tetapi, paling tidak pada bulan ketika Bung Karno sudah mulai menulis naskah Dr. Sjaitan. Pada naskah Dr. Sjaitan tercantum kolofonnya, yaitu tanggal 24 Desember 1938. Artinya, Bung Karno terlibat secara aktif dalam sandiwara toneel Monte Carlo – bisa jadi sudah menjadi pucuk pimpinannya.
Pendek kata, Bung Karno sudah mempunyai pengaruh yang besar dikalangan para seniman, khususnya kelompok musik orkestra Monte Carlo yang rata-rata para anggotanya masih golongan muda-muda.
Bung Karno merasa perlu mendekati para anak muda yang tergabung dalam kelompok musik orkestra Monte Carlo itu. Bung Karno ingin memberikan pelajaran – gemblengan – semangat kepada para pemuda untuk menumbuhkan serta membangkitkan kecintaannya kepada tanah air, semangat patriotik, sebagaimana semangat dan kobaran jiwa nasionalisme Bung Karno yang tak pernah padam. Meski segala gerak-gerik – sepak terjang Bung Karno tak pernah lepas dari pengawasan Politieke Inlichtingen Dienst (PID) – semacam polisi intel yang diberi tugas oleh pemerintah Belanda untuk mengawasi apa saja kegiatan Bung Karno di Bengkulu.
Setelah menjadi pimpinan Monte Carlo, Bung Karno segera melakukan formulasi baru dalam seni pertunjukannya. Monte Carlo yang semula hanya bergerak di bidang seni pertunjukan musik orkestra saja, oleh Bung Karno kemudian difusikan – dilebur dalam bentuk sebuah seni pertunjukan sandiwara toneel.
Tetapi belakangan, Bung Karno juga merekruit para anak muda – pelajar yang mempunyai minat di bidang olah raga. Oleh karenanya, Bung Karno kemudian membentuk kelompok Monte Carlo yang bergerak di bidang olah raga seperti Badminton (bulu tangkis) , dan sepak bola – yang juga sedang ngetrend – populair seiring dengan pertumbuhan budaya masyarakat perkotaan Bengkulu pada waktu itu.
Dalam bidang olah raga sepak bola, mereka mempunyai kelompok tersendiri yang diberi nama “ Elftal Monte Carlo” ( kesebelasan Monte Carlo). Bung Karno sendiri sekali-kali pernah juga bermain bulu tangkis. Bahkan pernah mengajari Fatmawati bermain bulu tangkis (Cindy Adams, 1966:188).
Bagi Bung Karno yang sudah mempunyai modal pengalaman mendirikan grup sandiwara toneel Kelimutu ketika di Endeh (1934-1938) tentunya tidak terlalu sulit untuk memimpin sandiwara toneel Monte Carlo ini. Apalagi, di Bengkulu sudah ada fasilitas gedung pertunjukan seperti Royal Cinema. Disamping modal pengalaman dalam hal sandiwara, Bung Karno juga mempunyai banyak referensi kepustakaan tentang berbagai macam cabang ilmu pengetahuan – sehingga wawasan pengetahuan umumnya amat luar biasa. Pengalamannya melukis, menulis naskah, membuat tipuan suara-suara angin, guntur, hujan, hingga tipuan membangkitkan mayat hidup, ketika di Endeh menjadi modal dasar yang kuat untuk menggarap pertunjukan Monte Carlo.
Pada umumnya, perkumpulan sejenis sandiwara ini, seorang pimpinan seringkali merangkap berbagai peran sekaligus – baik sebagai penulis naskah, sutradara, produser, hingga manajer pemasarannya. Demikian, peran Bung Karno dalam perkumpulan sandiwara Kelimutu yang tidak sekedar penulis naskah, mencari dan memilih pemain, membuat layar gambar – lukis, tetapi juga berperan sebagai sutradara, manajer pemasaran, dan sekaligus produsernya. Kecuali pada naskah “Tahoen 1945”, Bung Karno menawarkan peran sutradara kepada seorang warga Filipina yang bernama Nathan yang dikenalnya di Endeh (Lambert Giebels, 2001:200).
Sebagai pemimpin Monte Carlo, Bung Karno juga tidak sekedar berperan sebagai menulis naskah saja, tetapi juga sutradara, manajer pemasaran, dan sekaligus produsernya. Dan disamping itu juga masih melakukan berbagai macam pekerjaan seperti mencari – memilih para aktor – pelaku, membuat – setting panggung, merancang – melukis layar, dan lain-lain.
Barangkali ini salah satu hal yang membedakan antara ciri khas kelompok sandiwara jenis toneel – dengan kelompok teater modern. Pada kelompok teater modern, ada spesifikasi – peran khusus ditangani oleh masing-masing orang. Sementara, pada kelompok jenis sandiwara toneel, seorang pimpinan – produser, biasa merangkap sebagai penulis skrip, sutradara, serta menjadi manajer pemasaran dan keuangan.
Tetapi ada hal menarik tentang perbedaan yang cukup menonjol ketika Bung Karno memimpin sandiwara Kelimutu dengan ketika memimpin sandiwara Monte Carlo, terutama dalam penerapan naskah. Ketika di Endeh, Bung Karno menulis naskah-naskahnya hanya garis besarnya saja, kemudian disampaikan kepada kelompok pemain, lalu menetapkan siapa memegang peran apa – dan selanjutnya mereka disuruh menghafalkan dengan terus mengulang apa yang dikatakan oleh Bung Karno, serta menirukan contoh yang diberikannya (Lambert Giebels, 2001:200). Tetapi, ketika di Bengkulu, Bung Karno menyiapkan naskah secara lengkap seperti yang kita lihat pada teks naskah Rainbow, Chungking Djakarta, dan Koetkoetbi.
Meskipun Bung Karno dalam Monte Carlo menulis naskah secara lengkap, tetapi dalam pelaksanaannya tak jauh berbeda dengan ketika memimpin Kelimutu. Bung Karno tetap mendiktekan naskahnya kepada para pemain yang sudah dipilihnya dan disuruh menghafal terus menerus serta menirukan perkataan serta gerakan yang diberikannya.
Tampaknya, gaya sandiwara Monte Carlo pimpinan Bung Karno ini agak berbeda dengan gaya kelompok sandiwara komersial seperti Miss Riboet, Oreon, Dardanella, Komedi Bangsawan, Komedi Stamboel, dan sejenisnya, seperti yang digambarkan oleh Bakdi Soemanto sebagai kelompok yang mempertahankan jagad pikir kebudayaan oral. – karena cara bermain lebih loose, dan bebas dari segala patokan (Bakdi, 2001:266). Termasuk juga jenis sandiwara Ludrug gaya stamboel Jawi – sebagai kelanjutan dari bentuk Ludrug Besutan sebagaimana catatan Ki Soemadji A, yang pernah melacak sejarah kesenian Ludrug asal Jawa Timur (J.J. Ras, 1985: 311-318).
Juga ada perbedaan dalam hal gaya monolog. Dalam penulisan naskah karya Bung Karno, tidak terdapat monolog yang memberi peluang – ruang gerak pada pemain – aktor untuk berkominikasi – menyapa dengan audien – penontonnya seperti yang dilakukan gaya monolog dalam Ludrug, maupun Lenong Betawi. Gaya monolog dalam naskah – lakon Lenong Betawi diucapkan pada permulaan adegan dengan tujuan memperkenalkan tokoh yang akan diperankan berikut situasi lingkungannya (Ninuk Kleden-Probonegoro, 1996:42).
Demikian juga dalam hal tema – lakon yang dipentaskan. Dalam Monte Carlo, Bung Karno mencoba menggabungkan – memasukkan unsur – konsep drama – teater modern dengan tetap menggunakan setting layar berdasarkan latar belakang tempat dan peristiwa kejadiannya. Berbeda dengan kosep drama- teater modern yang menggunakan setting tak sekedar latar belakang, tetapi juga unsur yang membangun perkembangan sruktur dramatik lakon dari awal hingga akhir (Bakdi, 2001:268). Sementara, pada kelompoknya Miss Riboet yang bertahan hingga lima belas tahunan – dan Dardanella yang mampu bertahan hingga dua dekade, lebih mengedepankan gaya dalam bentuk nyanyian – lagu-lagu sindiran – sinis – dan penuh simbolik ( Mohamad Nazri Ahmad, 2000:33).
Bung Karno dalam menggarap setting toneel – panggung, disamping menggunakan – menyiapkan berbagai macam layar gambar dan properti lainnya sesuai dengan latar belakang tempat dan peristiwa, juga menambahkan trik-trik – dengan teknik yang menyerupai peristiwa kejadiannya. Seperti teknik menggunakan lembaran zink (seng) – blik (kaleng), pasir, kerikil –batu-batuan, bubuk – zat peledak, dan lain-lain untuk menirukan suara gemuruh angin, hujan, petir, halilintar dan lain-lain. Bung Karno juga menggunakan peralatan electric dengan kabel-kabel stroom.
Dalam hal penulisan naskah, Bung Karno rupanya tidak mau sembarangan – asal-asalan saja. Bung Karno berusaha mempelajari berbagai macam cabang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu sejarah, dan sastra – bahasa. Wawasan pengetahuan – referensi Bung Karno yang sangat luas itu juga menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dalam mengimplementasikan proses gagasan-gagasan – ide-ide kreatifnya.
Tanpa referensi, serta wawasan pengetahuan yang luas mungkin sulit bagi seorang Bung Karno dalam menciptakan ide-ide kreatif. Bagaimana Bung Karno mampu mengadaptasi – menginterpretasi film Franskenstein yang amat populer pada saat itu menjadi naskah Dr. Sjaitan – dan Koetkoetbi tanpa dukungan faktor empiris yang luas.
Demikian juga dengan naskah Rainbow (Poetri Kentjana Boelan). Tanpa wawasan pengetahuan sejarah, khususnya sejarah Bengkulu, sulitlah bagi Bung Karno mampu menuangkan cerita epik yang berbau historis dalam naskah tersebut. Mungkin saja, Bung Karno juga membaca Tambo Bangkahoeloe ketika akan menulis naskah Rainbow. Disamping itu, Bung Karno amat cerdas menggiring alur cerita berbau roman sejarah yang penuh semangat patriotik – meskipun dalam cerita tokoh sentral yang romantis berakhir dengan tragis – “romantis membawa tragis” . Tetapi, bisa jadi, naskah Rainbow ini merupakan salah satu dari sekian naskah karya Bung Karno yang dapat dikategorisasikan kedalam karya sastra sejarah – atau tepatnya roman sejarah.
Dalam hal penyutradaraan, secara teoretis, seorang sutradara harus memiliki modal pengalaman, pengetahuan, berbakat pemimpin atau guru, kemampuan meyakinkan para aktor, serta pengetahuan psikologi. Demikian menurut catatan Kalam Hamidi, yang juga seorang aktor, penulis naskah, dan sekaligus sutradara drama dan teater (Kalam Hamidi, 2003: 40). Apa yang menjadi catatan tersebut, itu sudah dilakukan oleh seorang Bung Karno ketika menjadi sutradara dalam pementasan sandiwara Monte Carlo.
Sebagai sutradara, Bung Karno yang punya waktu luang banyak tentu saja akan melakukan pekerjaannya dengan serius. Dengan kata lain, Bung Karno jelas memberikan latihan – gemblengan terhadap para pemainnya. Dan tentu saja, sebelumnya Bung Karno telah melakukan seleksi para pemainnya untuk menentukan peran yang dengan tokohnya. Selanjutnya Bung Karno menyiapkan jadwal dan tempat latihannya, gladi resik, hingga persiapan pementasannya.
Bung Karno membutuhkan waktu latihan dua hingga tiga mingguan untuk melatih para pemainnya. Waktu latihan biasanya pada sore hari dan kadang malam hari. Tempat yang paling sering digunakan Bung Karno untuk melatih serta menggembleng para pemainnya adalah di rumah Manaf Sofiano, Kampoeng Djawa. Tetapi kadang-kadang Bung Karno menggunakan tempat latihan di rumah Demang Karim yang terletak di Berkas. Sedang untuk persiapan lakon Si Ketjil, Bung Karno melatihnya di rumahnya sendiri.
Bung Karno juga sangat teliti dalam urusan yang kecil-kecil, termasuk memeriksa kenyamanan dan keamanan lantai panggung yang akan digunakan oleh para pemain – seperti memeriksa kalau ada paku-paku yang membahayakan. Demikian cerita dari Pak Rustam Effendi meneruskan cerita dari ayahnya, Bachtiar Karim.
Kesuksesan pertunjukan Monte Carlo ternyata tidak hanya berimbas pada kesejahteran bagi para pemainnya saja, tetapi juga berimbas pada yang lainnya. Karena sebagian dari hasil pertunjukannya ternyata diamalkan untuk kepentingan sosial.
Sebagai pemimpin sandiwara toneel Monte Carlo yang sudah berpengalaman, Bung Karno menyadari, bahwa musik memegang peranan yang sangat penting. Tanpa illustrasi musik, pertunjukan seni jenis apapun takkan pernah berhasil – sukses. Oleh karenanya, dalam hal penataan musik, Bung Karno mempercayakan penuh kepada Manaf Sofiano yang memang piawai dalam memainkan alat musik piano maupun saxofon. Bahkan Manaf Sofiano dipercaya oleh Bung Karno sebagai bendaharanya.
Disamping itu, rupanya, Manaf Sofiano tidak hanya memegang jabatan sebagai bendahara dan penata musik saja, tetapi juga diberi peran utama oleh Bung Karno. Bahkan diantara para pemain Monte Carlo yang dianggap terbaik oleh Bung Karno adalah Manaf Sofiano. Dan Bung Karno dengan jujur telah memujinya sebagai seorang primadonna dalam pertunjukan Monte Carlo (Cindy Adams, 1966:206).
Kepiawaian Bung Karno sebagai produser – pimpinan sandiwara Monte Carlo boleh dibilang cukup mengagumkan – dan tentu saja membutuhkan pekerjaan yang rumit. Mulai dari merancang – menulis naskah – mencari pemain – menyeleksi pemain – membagi peran – merancang tonil – menyiapkan kain – melukis layar – menyiapkan properti – menyiapkan spanduk – penyebaran pamlet – percetakan – menyiapkan promosi dengan kendaraan keliling – menyiapkan tempat pentas – menyiapkan dana produksi – menyiapkan tiket – karcis – mengundang penonton – membuat jadual latihan – gladi resik hingga jadual pementasan, dan lain-lain – semua berada dibawah tanggungjawab dan pengawasan Bung Karno.
Di Bengkulu, Inggit juga melakukan pekerjaan yang sam ketika di Endeh, yaitu sebagai penata rias. Bung Karno memilih Hanafi dan M. Zahari Thanie, serta Sjoufi, untuk memeran tokoh-tokoh perempuan dalam lakon-lakon pertunjukannya. Belakangan nama Hanafi ditambah dua huruf setelah bergabung dan menjadi orang dekat Bung Karno, sehingga namanya menjadi A.M. Hanafi – A.M adalah kepanjangan dari Anak Marhen. Bahkan setelah Bung Karno menjadi Presiden RI, A.M. Hanafi pun mendapat posisi yang tinggi, yaitu diangkat sebagai Duta Besar untuk Kuba. Resminya, A.M. Hanafi dilantik sebagai duta besar berkuasa penuh R.I untuk Republik Kuba di Havana pada tanggal 19 Desember 1963 (A.M. Hanafi, 1996: 22).
Sebagai sutradara, Bung Karno yang punya waktu luang banyak tentu saja akan melakukan pekerjaannya dengan serius. Dengan kata lain, Bung Karno jelas memberikan latihan – gemblengan terhadap para pemainnya. Dan tentu saja, sebelumnya Bung Karno telah melakukan seleksi para pemainnya untuk menentukan peran yang dengan tokohnya. Selanjutnya Bung Karno menyiapkan jadwal dan tempat latihannya, gladi resik, hingga persiapan pementasannya. Menurut narasumber, Bung Karno membutuhkan waktu latihan dua hingga tiga mingguan. Waktu latihan biasanya pada sore hari dan kadang malam hari.
Jauh hari sebelum pertunjukan, Bung Karno sudah menyebarkan pamflet yang promosinya sangat memikat para pembacanya. Isi pamfletnya selain mengundang rasa penasaran, juga memberikan informasi menarik serta menyertakan harga karcis – tiket tanda masuk.
Kemudian pada sore hari menjelang pertunjukannya, Bung Karno mengadakan programa keliling, yaitu mengarak para pemain yang akan tampil nanti malam – berkeliling kota Bengkulu dengan menyewa mobil.
Disamping, menyewa mobil untuk mengarak para pemain, Bung Karno juga menyewa gedung tempat pertunjukannya, yaitu gedung bioskop Royal Cinema dengan cara mengangsur (menyicil).
Sebagai seorang pemimpin yang memiliki proyeksi – pandangan jauh kedepan, Bung Karno juga amat menyadari arti pentingnya sebuah dokumen – arsip sebagai saksi bisu yang suatu saat akan bisa berbicara banyak tentang masa lampaunya. Oleh karenanya, Bung Karno menyimpan berbagai dokumen – arsip, terutama yang berkaitan dengan sandiwara toneel Monte Carlo. Beberapa dokumen berupa gambar – photo yang tersisa sebagian masih dapat dilihat di Museum – Rumah Kediaman Bung Karno yang terletak di Anggut Atas Kota Bengkulu.
Pada acara pertunjukan, Bung Karno tidak menempatkan diri dibelakang layar, seperti halnya yang biasa dilakukan oleh para sutradara pada pertunjukan sandiwara Kethoprak maupun Ludrug. Sebaliknya, Bung Karno justru duduk di kursi barisan depan sejajar dengan para pembesar Belanda, elite pribumi, pengusaha – saudagar – orang-orang Tionghoa yang biasanya mengambil karcis loge de luxe (tempat duduk VIP).

4 Comments

Filed under Tulisan

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2011/2012 Jalur Tes

Pengumuman lihat di sini!!!!!! psb-2011-jalur-tes-final

12 Comments

Filed under Pengumuman

Pengumuman

Disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tolitoli pada umumnya, calon peserta didik baru pada khususnya, bahwa pengumuman hasil seleksi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2011/2012 SMA Negeri 1 Tolitoli di laksanakan pada tanggal 29 Juni 2011 di SMA Negeri 1 Tolitoli atau bisa dilihat pada Website ini.

Leave a Comment

Filed under Pengumuman

Pelaksanaan Ujian Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Tapel 2011/2012

Hari ini, Senin Tanggal 27 Juni 2011 pelaksanaan seleksi penerimaan peserta didik baru SMA Negeri 1 Tolitoli di ikuti oleh 313 calon peserta didik baru dari calon pendaftar keseluruhan 348 orang dan 35 orang sudah merupakan siswa baru yang terjaring melalui jalur prestasi akademik dan non akademik.

Kuota yang tersedia pada penerimaan tahun ini adalah 8 ruang dan sudah terisi 1 ruang melalui jalur prestasi. Dilihat dari hasil penjaringan tahun lalu animo masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat SMU umumnya berkurang, tetapi belum diketahui apa faktor utama yang menyebabkan seperti itu.

Insya Allah pengumuman akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2011, bukan tanggal 28 Juni 2011, karena sesuatu hal, maka kami dari panitia meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat umumnya dan calon peserta didik baru pada khususnya karena keterlambatan mengumumkan hasil penjaringan tersebut.

14 Comments

Filed under Tulisan

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Prestasi Tahun Pelajaran 2011/2012

Berdasarkan hasil verifikasi berkas Calon Peserta Didik Baru lewat jalur prestasi, baik Akademik maupun Non Akademik, maka ditetapkan Calon Peserta Didik Baru SMA Negeri 1 Tolitoli Tahun Pelajaran 2011/2012 yang di terima lewat jalur prestasi (bebas test) adalah sebagai berikut : Klik Disini! daftar-calsis-diterima-jalur-prestasi .

Selanjutnya kepada Calon Peserta Didik Baru yang diterima lewat jalur Prestasi dapat melakukan daftar ulang sesuai agenda PSB SMA Negeri 1 Tolitoli tahun 2011, Download Di sini!! jadwal-pelaksanaan , dengan membawa print-out pengumuman ini.

Dan bagi Calon Peserta Didik Baru yang belum berhasil lewat jalur prestasi tidak perlu melakukan pendaftaran baru, tetapi langsung mengambil kartu peserta seleksi PSB lewat jalur test sesuai jadwal pelaksnaan yang ditetapkan.

 

1 Comment

Filed under Tak Berkategori

Seleksi Peserta Didik Baru Jalur Prestasi

Kepada

Yth, Kepala SMP Negeri Se-Kecamatan Baolan

Di-

       Baolan

 

Nomor             : 422.1/250/SMA-DISDIKPORA

Lampiran       : 1 (lembar)

Perihal            : Seleksi Peserta Didik Baru Jalur Prestasi Akademik dan

                          Non Akademik.

 

Dengan hormat, sehubungan dengan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2011/2012, maka kami membuka kesempatan kepada Calon Peserta Didik Baru yang memiliki prestasi di Bidang Akademik dan Non Akademik untuk mendaftarkan diri di SMA Negeri 1 Tolitoli melalui seleksi berkas dan nilai tanpa melalui Test Tertulis, untuk itu di sampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Pendaftaran dan seleksi berkas akan dilaksanakan pada tanggal 07 s.d 11 Juni 2011.
  2. Persyaratan peserta terlampir.
  3. Pengumuman hasil seleksi bisa di lihat di Website SMA Negeri 1 Tolitoli dengan alamat http://www.sman1tolitoli.com.

Demikian di sampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih

 

Tolitoli, 03 Juni 2011

Kepala SMA Negeri 1 Tolitoli

TTD

Drs. Harifuddin, MM

Pembina Tkt. I

NIP. 19550210 198503 1 011

 

 

 

 

 

 

Lampiran        : Seleksi Peserta Didik Baru Jalur Prestasi Akademik dan

                          Non Akademik.

Nomor             : 422.1/250/SMA-DISDIKPORA

Tanggal            : 3 Juni 2011

 

Pesyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Prestasi:

  1.  Lulus ujian nasional, dengan menunjukkan surat keterangan lulus.
  2. Menunjukkan  Rapor asli dan foto copy Rapor yang dilegalisir.
  3. Juara Umum 5 besar di sekolah masing-masing dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah.
  4. Menunjukkan Surat keterangan pernah menjuarai  pertandingan olah raga atau seni (O2SN) minimal tingkat kabupaten.
  5. Menunjukkan Surat Keterangan pernah menjuarai Olimpiade Sains minimal tingkat kabupaten, juara 1,2,dan 3.
  6. Menunjukkan Surat Keterangan pernah menjuarai lomba Speech Contest/ Story Telling Minimal tingkat Kabupaten.
  7. Menunjukkan Surat Keterangan pernah menjuarai lomba Tilawatil Qur’an Minimal tingkat Kabupaten.

 

1.843 Comments

Filed under Pengumuman, Tulisan

Hasil Seleksi SNMPTN Tahun 2011

Selamat atas keberhasilan seluruh siswa yang  lolos seleksi SNMPTN di berbagai Universitas/Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. Kami seluruh personil sekolah  ikut berbahagia, semoga kalian selanjutnya berhasil dan tidak ada rintangan yang berarti..Insya Allah. Berikut daftar yang lolos seleksi silahkan di download disini!!!!→hasil-snmptn-undangan, →hasilsnmptn-2011. Diterima lewat jalur Undangan 17 orang siswa (30,35%) dari 56 orang siswa yang di rekomendasikan oleh sekolah.

9 Comments

Filed under Tulisan

Pengumuman Hasil Ujian Nasional 2011

siswa5siswa11siswa21siswa31siswa41siswa62Setelah seluruh siswa menjalani pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2011, tentu sudah sedikit lega karena tahapan-tahapan Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional telah terlewati seperti air mengalir. Akan tetapi untuk menunggu hasilnya selalu mendebarkan hati seluruh siswa dan orang tua maupun warga sekolah, karena berita yang menentukan ini setiap tahunnya pasti kita lewati. Untuk tahun ini pengumuman oleh pemerintah dengan serentak akan di laksanakan pada tanggal 16 Mei 2011 dan SMA Negeri 1 Tolitoli akan di umumkan lewat surat yang diterima oleh orang tua/wali siswa, sehingga tertib.

Tahun ini nilai hasil dari Ujian Nasional tentu mengalami peningkatan, karena sekolah memiliki kewenangan untuk memberikan nilai dengan persentase 40 (40%) yang 60 % di tentukan oleh hasil Ujian Nasional atau Dinas Pendidikan Nasional Pusat.

Alhamdulillah hasil dari Ujian Nasional sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kelulusan dari siswa yang ikut ujian adalah 100%, semoga hal ini menjadi suatu keberhasilan bagi semua alumni sehingga di masa depan nanti menjadi manusia yang berguna InsyaAllah.

Untuk menjadikan kenangan manis, foto-foto kegembiraan segera anda nikmati, khususnya alumni 2011 serta daftar nilai bisa di download di sini!!!→daftar-nilai-kls-xii-2011

11 Comments

Filed under Tulisan

Malam Perpisahan SMAN 1 Tolitoli

“Perpisahan Bukanlah Akhir Dari Perjumpaan, Tetapi Perpisahan Adalah Awal Dari Kerinduan” itulah tema dari acara yang di selenggarakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Tolitoli  pada tanggal 30 April dimulai pukul 19.30 sampai dengan pukul 24.00 Waktu Indonesia Tengah sesuai ijin keramaian yang di keluarkan oleh Kapolsek Baolan.

Untuk mengadakan event yang begitu meriah tersebut, Guru Mata Pelajaran Seni Budaya yang di motori oleh Bapak Yandi Helmi, sangat memakan waktu . Terbukti bukan hanya satu dua hari saja persiapan-persiapan sampai di hari-H. Tetapi itu semua tidak menghalangi Guru Pembimbing dan siswa-siswi untuk membuat panggung yang begitu meriah.

Semua kelas ikut andil dalam penyelenggaraan malam perpisahan, ada yang berpartisipasi dengan menampilkan group band-nya, ada yang membawakan puisi, ada yang paduan suara, solo, lawak, tari dan lain-lain, sehingga para undangan betah dan tidak merasakan betapa acara yang di gelar sudah begitu lama dan tak terasa. Acara tersebut di awali dengan sambutan dari Kepala Sekolah oleh Bapak Drs. Harifuddin, MM. Dalam sambutanya kepala sekolah mendo’akan kelas XII yang telah selesai menempuh Ujian Nasional agar semuanya bisa berhasil, adapun apabila ada yang belum berhasil kepala sekolah memberikan kekuatan itu merupakan keberhasilan yang tertunda.

Tetapi dengan setumpuk harapan kita optimis sekiranya Allah SWT berkenan berhasil dan “LULUS” merupakan impian kami. Dan bagi para pembaca mohon do’anya semoga kami bisa LULUS semua amin yaa rabbal ‘alamin.

459 Comments

Filed under Kegiatan Rutin OSIS

PELAKSANAAN UN SMAN 1 TOLITOLI

un-2011un-20111Ujian Nasional atau dikenal UN merupakan event yang sangat menentukan bagi siswa yang telah berhasil menduduki kelas akhir pada tingkatan pendidikan formal maupun non formal di lingkungan Diknas maupun Kementrian Agama Indonesia, sesuai dengan Petunjuk Operasional Sekolah yang terdapat di dalam lampiran ini, maka SMA Negeri 1 Tolitoli melaksanakan kegiatan ini berdasarkan dengan POS UN NOMOR 0023/SK-Pos/BSNP/XII/2009 posunsma-ma2010 dan lampiran bisa di download.

Hari pertama terkesan semua siswa sangat tegang, bahkan tidak sedikit yang gugup dan pengisian biodata siswa pada kolom tanggal lahir ada yang mengisi tanggal pelaksanaan……terlanjur gugup……, tetapi dalam  kegugupan yang siswa alami mudah-mudahan siswa bisa mengerjakan seluruh soal yang di hadapi dan hasilnya Insya Allah lulus 100 %, amin yaa rabbal ‘alamin……

3 Comments

Filed under Tulisan

Blogg-ku

abimanyu

http://sartonostn.blogspot.com


1.811 Comments

Filed under Tak Berkategori

Tolitoli Kota Cengkeh

Tolitoli merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah yang beribukota di Baolan, secara geografis terletak di 0,35o- 1,20o LU dan antara 120,12o- 121o10 42 BT, daerah ini berbatasan dengan abimanyu-210Kabupaten Buol dan Laut Sulawesi di utara, Kabupaten Donggala di selatan, Selat Makasar di barat, Kabupaten Buol di timur. Luas wilayah daerah ini adalah 4.079,76 Km2.

Kabupaten Tolitoli terletak pada ketinggian 0 – 2.500 meter dari permukaan laut, dengan keadaan topografi datar hingga pegunungan sedang dataran rendah yang umumnya tersebar disekitar pantai dan letaknya bervariasi.maka IKLIM DAN TOPOGRAPI  masuk pada kategori wilayah tropis dan memiliki suhu udara rata-rata 22,4-3,7 0C dengan kelembaban udara pada kisaran 82-86%. Curah hujan pertahun 1.760,6 mm dengan rata-rata 142 hari/tahun.Kecepatan angin berada pada kisaran 10-15 knot.

Dari hasil perhitungan luas peta ketinggian, ternyata 100 – 500 meter dari permukaan laut yang paling luas yaitu 192.748 Ha (47,24%) dan tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan yang paling kecil adalah ketinggian >1.000 meter dari permukaan laut yaitu 16.887 Ha (4,14%). Untuk luas kelas lereng tanah, kemiringan 15 – 40% sebesar 43,35% dan kemiringan 0 – 2% sebesar 13,73%.

Komoditi unggulan yang dihasilkan berupa cengkeh, kelapa, kopi robusta, kopi arabika, , lada, dan jambu mete. Untuk kegiatan pertanian didaerah ini bahan makanan masih menjadi andalan yang utama berupa padi, tanaman holtikultura, dan palawija. Kabupaten tolitoli dikenal dengan penghasil cengkeh terbesar di Provinsi Sulawesi tengah. Semua produk tersebut juga sangat tergantung dari kelancaran distribusi barang dan jasa melalui Pelabuhan Dede. Dilihat dari lokasinya, pelabuhan itu sebenarnya cukup strategis terutama untuk pasar ke Kalimantan seperti Kota Tarakan dan Kota Balikpapan.

Luas lahan cengkeh di Tolitoli 24.794 Ha, yang terdiri dari 23.299 Ha, tanaman muda menghasilkan, dan 1.495 Ha, tanaman tua / rusak, tetapi masih menghasilkan,sedangkan tanaman cengkeh muda yang belum mulai menghasilkan 102 Ha.Cengkeh tolitoli tergolong berkwalitas bagus, maka pengembangan perkebunan cengkeh merupakan kebijakan yang akan menguntungkan masyarakat petanicengkeh dan Pemda Tolitoli. Sebagai penghasil cengkeh terbesar, Kabupaten Tolitoli layak di acungi jempol.Dalam lima tahun terakhir angkanya terus meningkat. Tahun 2002 dihasilkan 6.328 Ton, Tahun 2003 dihasilkan 1582 Ton, Lalu Tahun 2004 dihasilkan sekitar 1.604 Ton. Tahun 2005 sebanyak 2.245 Ton dan 2006 tetap tinggi yakni 2.133 Ton.Baolan, Galang dan Tolitoli Utara adalah penghasil utama tanaman cengkeh ini.Selama lima tahun (2002-2006) hasilnyapun termasuk nomor satu dengan hasil rata-rata 2.380 Ton. Janis cengkeh yang paling banyak ditanam adalah zanzibar,seputih dan sikotok. Rata-rata produksi tertinggi sampai mencapai 8.000 Ton bahkan lebih. Dari kaki Panasakan samapai ke kaki Gunung Tuweley sekitar 28.000 hektar, terhampar perkebunan cengkeh.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa sebanyak 13.000 hektar.Disamping cengkeh, kakao juga termasuk hasil perkebunan yang cukup signifikan,bila harga cengkeh sedang turun, yang ditanam secara tumpang sari bersama kelapa.Produksi total rata-rata kakao untuk Kabupaten Tolitoli hampir 8.000 Ton setahun.Dengan hasil terbaik di Tahun 2008 sebanyak 8.527 Ton.Kelapa banyak dihasilkan dikecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan, sedangkan Kakao di Kecamatan Baolan.Kopi, lada, jambu mente dan pala juga bisa menjadi andalan Kabupaten Tolitoli.Komoditas pertanian mendominasi perekonomian Tolitoli, tahun 2003 konstribusi hampir 23% dari nilai total kegiatan ekonomi Rp. 745 milyar. Sementara pendapatan perkapita penduduk tahun 2000 tercatat Rp. 3,5 Juta sedangkan Provinsi Rp. 3,9 Juta.Produksi padi hingga Oktober 2002 yang dihasilkan 26.650 Ton. Daerah penghasil utama Padi adalah Dampal Selatan, Dondo, Baolan dan Galang.

Kabupaten tolitoli juga mempunyai beberapa obyek wisata diantaranya :

1. Pantai Lalos, Batu Bangga, Kec. Galang

2. Pantai Tende dan Pantai Sabang Desa Tende Kecamatan Galang

3. Pantai Taragusung-Pulau Dolangan Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara.

4. Pantai Dermaga Batu di Tolitoli Utara

5. Konservasi Burung Maleo, di Pantai tj. Matop, Pantai Pinjan

Desa Salumpaga Kec. Tolitoli Utara

6. Pulau Telur, Pulau Lingayan : Pemandangan Bawah Air

7. Air Terjun Kolasi Desa Bambapun Kecamatan Dampal Utara

8. Air Terjun Sigelan Desa Oyom Kec. Lampasio

9. Rumah Adat Balai Masigi, Desa Tambun Kecamatan Baolan

10.Makam Raja Tolitoli di Pulau Lutungan

Dengan letak geografis yang sangat strategis yaitu berada diselat Makassar,salah satu dari tujuan selat strategi didunia, hubungan langsung dengan dunia internasional mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan potensi daya tarik investasi didaerah Tolitoli.Seperti tertera di rencana strategis pengembangan daerah, Maka Tolitoli di usahakan dapat berdiri sebagai kabupaten mandiri dan sejahtera bertumpu pada pertanian, perkebunan, industri, perikanan dan perdagangan.

Di Kabupaten Tolitoli terdapat setidaknya tiga pulau terluar yakni Lingian, Salando, dan Dolangan. Letak geografis pulau-pulau ini berada di perbatasan wilayah Malaysia dan Filipina, atau sangat dekat dengan Pulau Sipadan dan Ligitan yang sudah beralih ke tangan Malaysia.

Pulau Dolangan dan Pulau Salando tidak berpenghuni, namun selama ini dijadikan tempat beristirahat bagi para nelayan tradisional asal Tolitoli ketika berhari-hari menangkap ikan. Sedangkan di Pulau Lingian yang agak besar dan datar terdapat 54 kepala keluarga (226 jiwa) penduduk Tolitoli menetap dan membangun pemukiman darurat. Pekerjaan mereka umumnya selain menangkap ikan, juga menjaga kebun kelapa yang ditanami sejak beberapa tahun lalu.

Pemkab Tolitoli sebelumnya berencana menjadikan Pulau Dolangan dan Pulau Salando sebagai kawasan konservasi hutan Mangrove, Burung Maleo, dan terumbu karang. Sementara Pulau Lingian akan dikembangkan menjadi kawasan nelayan dengan melakukan penataan lingkungan dan pemukiman, yaitu disesuaikan dengan pekerjaan tetap penduduk setempat.

Untuk melindungi ketiga pulau terluar itu dari klaim negara lain, Pemkab Tolitoli sebelumnya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jalan desa, dermaga, sekolah dasar, rehabilitasi Puskesmas Pembantu, serta penyediaan sarana air bersih hingga telekomunikasi.

Untuk mempertahankan yuridiksi teritorial Indonesia dari berbagai ancaman, TNI Angkatan Laut terus mengintensifkan pengawasan keamanan atas semua pulau terluar yang ada di wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng).Untuk itu beberapa personil TNI-AL selalu melakukan patroli secara intensif. Dari hasil pengawasan mobile tersebut, belum di temukan adanya tanda-tanda bahwa pulau-pulau itu pernah disinggahi oleh orang asing.

Nama Daerah                         : Kabupaten Tolitoli
Ibu Kota                                    : Tolitoli
Provinsi                                    : Sulawesi Tengah
Luas Wilayah                          : 4.079.76 Km2
Jumlah Penduduk: 210.000 Jiwa ( Data Kependudukan Kantor Catan Sipil 2008)
WILAYAH TOLITOLI DAN PENDUDUK
Wilayah Tolitoli meliputi Kecamatan:
Dampal Selatan                     : 18,005 Jiwa
Dampal Utara                         : 13,553 Jiwa
Dondo                                         : 22, 406 Jiwa
Basidondo                                 : 10,117 Jiwa
Ogodeide                                   : 11,275 Jiwa
Lampasio                                   : 16,919 Jiwa
Baolan                                        : 56,469 Jiwa
Galang                                        : 26,243 Jiwa
Tolitoli Utara                           : 15,882 Jiwa
Dako Pemean                         : 7,135 Jiwa
Luas Areal sekitar                  : 4,079,77 Km2
Jumlah Penduduk
Pria                                             : 102,165 Jiwa
Wanita                                       : 95,889 Jiwa
Terdiri dari 73 Desa, 5 Kelurahan dan 10 Kecamatan.
Batas Wilayah

– Utara                                       : Buol dan Laut Sulawesi

– Selatan                                   : Kabupaten Donggala

– Barat                                       : Selat Makassar

– Timur                                     : Kabupaten Buol

(Sumber Data : Bappeda tolitoli,Badan statistik  tolitoli dan Sulawesi tengah,Badan Pertahanan Nasional,Antara

http://sartonostn.blogspot.com/2011/04/sartonoblogger-rock-blue-band.html?spref=gb)

13 Comments

Filed under Tulisan

Bantuan Alat TIK Dan Lab. IPA 2010

alat-labkom-1Salah satu kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan antara lain adalah peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. SMA Negeri 1 Tolitoli, sebagai rintisan Sekolah Kategori Mandiri berupaya mewujudkan itu semua melalui penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan untuk menunjang Proses Belajar Mengajar yang diharapkan dapat menopang pencapaian hasil belajar secara maximal pada setiap akhir pembelajaran. Oleh karenanya pendidik harus diberi ruang untuk berkreasi, berinovasi dan berkolaborasi dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu. Sumber belajar, baik berupa data, orang, maupun benda yang dijadikan bahan belajar harus dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi bahan yang berguna dalam mencapai kompetensi peserta didik, baik di sekolah maupun di rumah akan berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran mereka. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya belajar dari pendidik saja, tetapi dapat pula belajar dengan berbagai sumber belajar yang tersedia disekolah.

alat-labipa-1Untuk pencapaian sasaran yang diharapkan, tentu perlu didukung oleh sumber daya yang memadai guna penyediaan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang dapat dimanfaatkan bagi pendidik dan peserta didik di sekolah.  Oleh karena itu salah satu dari sasaran tersebut telah terwujud dengan adanya bantuan program subsidi pengembangan pendidikan alat TIK dan Lab. IPA SMA tahun anggaran 2010 yang terlaksana tahun 2011.

alat-labkom-21Program Bantuan Subsidi Pengembangan Pendidikan Alat TIK dan Lab. IPA SMA tahun anggaran 2010 tersebut dalam pelaksanaan pekerjaan menggunakan sistem pelelangan, sehingga dalam kegiatan ini diharapkan hasilnya bersifat terbuka, transparan, tepat sasaran dan akuntabel. Dalam program ini selain sekolah juga pihak pemenang lelang yang terlibat langsung sehingga sekolah menerima barang dari pihak pemenang lelang. Pemenang lelang untuk pengadaan Alat TIK dan Laboratorium IPA SMA Negeri 1 Tolitoli adalah CV. Nombala dengan Pimpinan Perusahaan Bapak Drs. Syahruddin Fattah, dengan tenaga ahlinya Bapak Sukri Nazar, M.Kom.

Sasaran pelaksanaan program subsidi pengembangan alat TIK dan Lab. IPA SMA Negeri 1 Tolitoli adalah :

  1. Kelengkapan alat Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA Negeri 1 Tolitoli.
  2. Kelengkapan komputer terhadap sarana perpustakaan.
  3. Kelengkapan komputer terhadap sarana guru.
  4. Kelengkapan komputer terhadap sarana ketatausahaan.
  5. Kelengkapan komputer terhadap database sekolah yang di dukung oleh PAS (Program Aplikasi Sekolah)
  6. Kelengkapan alat dan bahan laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi

Sehingga sasaran ini diharapkan tercapai sesuai dengan fungsinya untuk mencapai hasil yang maksimal Insya Allah.

10 Comments

Filed under Tulisan

Pelaksanaan Ujian Sekolah 2011

Tepat hari Rabu Tanggal 16 Maret 2011 merupakan sejarah baru buat seluruh siswa yang duduk di kelas akhir tingkat SMA yaitu Ujian Sekolah dan ditunggu-tunggu sehingga siswa mengharapkan agar bisa Lulus melewati event yang sangat penting tersebut.

Untuk pelaksanaan Ujian Sekolah SMA Negeri 1 Tolitoli merupakan Ketua Sub Rayon 07 dan dipercayakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga untuk menjadi Panitia pelaksana Kegiatan. Jauh sebelum Ujian Sekolah di laksanakan SMA Negeri 1 Tolitoli sudah berbenah diri dari sarana dan prasarana maupun persiapan hari H nya.

serius-2 Terlihat dalam pelaksanaan Ujian Sekolah semua siswa sangat serius mengerjakan soal-soal yang ada.

11 Comments

Filed under Tulisan

Desa Santri Yang Memiliki Tempat Wisata Eksotis

id-e15-250kDesa Sabang adalah sebuah desa yang bernaung di Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Mayoritas penduduk Desa ini dihuni Suku Bugis, yang berasal dari Kabupeten Bone, yang telah bermukim sejak puluhan tahun. Penduduk di desa ini sebagaian besar bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan.
Desa Sabang merupakan desa yang masuk wilayah Kabupaten Tolitoli. Desa ini memiliki obyek wisata pantai yang sangat eksotik. Pantai ini terletak dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari jantung Kota Tolitol yang jaraknya tidak kurang dari 15 Km. Kondisi jalan menuju ke lokasi ini sangat bagus dan sangat terawat dengan pemandangan sisi kanan dan kiri hamparan sawah, dan perkebunan cengkeh.

Keunggulan Desa Sabang ada pada sumber mata air bersihnya [berjumlah tiga buah] yang berasal dari pegunungan, yang menjadi sumber kehidupan, baik untuk urusan rumah tangga [minum, makan, mencuci], pertanian [perkebunan kelapa, buah-buahan dll], dan perikanan [tambak atau empang ikan air tawar atau air laut].
Tidak hanya itu Desa Sabang [dulu kala di kenal dengan Desa Sabang-Tende], dikenal sebagai “desa santri”, sehingga tidak heran setiap ulama yang datang ke Kabupaten Tolitoli menyempatkan diri bermalam di desa ini, contohnya KH. Ambbo Dalle, Imam Masjid Raya Sulawesi Selatan dll. Tidak heran bila kemudian di masyarakat bugis Sulsel sangat akrab dengan nama desa ini.

Desa Sabang juga merupakan “Ikon Utama Pariwisata Kabupaten Tolitoli” karena satu-satunya pantai yang sangat indah di daerah ini dengan hamparan pasir putih dan dua buah pulau yang eksotik dan menawan.
Pantai Desa Sabang memiliki air laut yang jernih, pepohonan yang rindang di tepi pantai di tambah lagi air pegunungan yang jernih dan alami yang mengalir langsung dari pegunungan.

Keunggulan pantai ini yakni dua buah pulau yang disebut masyarakat sekitar dengan Pulau Sabang-Tende dan Pulau Madda’aung. Kedua pulau sangat indah dan eksotik yang dapat menjadi tempat untuk rekreasi dan memancing serta bermalam/kemping. Pantai Sabang tidak kalah jauh eksotiknya dengan beberapa pantai yang sudah kita kenal seperti di Bali, Bangka Belitung dll yang ada di Indonesia. Jarak kedua pulau dari bibir pantai hanya sekitar 300 m yang dapat ditempuh dengan Perahu Nelayan atau kalau air laut surut, bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari bibir pantai. Pantai Sabang juga menjadi “IKON” pariwisata Kota Tolitoli 2008 yang diharapkan dapat menarik wisatawan lokal atau domestik serta mancanegara untuk berkunjung.

Pantai Sabang juga menawarkan terumbu karang dan ikan dari berbagai jenis yang tidak kalah eksotik dan indahnya dengan Bunaken di Manado, yang sangat cocok untuk penyelaman atau diving.

(wikipidia)

9 Comments

Filed under Tulisan

SIAP MENGHADAPI UN 2011

sartono1 Ujian Nasional semakin dekat, siswa semakin mempersiapkan diri, itu yang tergambar saat-saat anak sekolah menghadapi pesta ujian akhir. Hati semakin deg-degan menerka mampu/bisa enggak ya aku menghadapi ini semua? diri ini selalu mengharapkan di saat yang penting itu bisa mengatasinya dengan hasil yang memuaskan. Begitu juga keadaan yang ada di SMA Negeri 1 Tolitoli, semua mengaharapkan siswa mampu mengerjakan soal-soal yang di ujikan nanti dengan hasil yang pantas,tidak membuat malu seluruh lapisan akademisi. Semua kembali kepada siswa yang memngikutinya dan selalu berusaha agar semua lulus dengan hasil baik, semoga…………………….

1 Comment

Filed under Tulisan

PERMEN No 45 Tahun 2010 Tentang Ujian Nasional 2010/2011

permendiknas-no-45-tahun-2010-kriteria-kelulusan-ujian-nasional-20111

Leave a Comment

Filed under Tak Berkategori

Prestasi Siswa Di Ajang Seni

Siswa SMA Negeri 1 Tolitoli merupakan siswa yang paling kreatif di semua lini, salah satunya adalah seni daerah setempat yang merupakan kebanggaan dari masyarakat Tolitoli.

Apabila seni ini di tampilkan semua orang tentu menyukainya, karena kekompakan, kerapian dan keseragaman gerak maupun kostumnya sangat menonjol.

Seni tersebut adalah “Tari Jepeng”

10 Comments

Filed under Tulisan

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender Pendidikan SMA Negeri 1 Tolitoli Tahun Pelajaran 2010/2011 kalender-pendidikan

Leave a Comment

Filed under Tak Berkategori

JADWAL PELAJARAN

Jadwal pelajaran SMA Negeri 1 Tolitoli Tahun Pelajaran 2010/2011 jadwal-pelajaran

2.002 Comments

Filed under Tak Berkategori

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Negeri 1 Tolitoli Tahun Pelajaran 2010/2011 sebagai berikut :
hasil-seleksi-siswa-baru-tahun-2010/2011

Komentar Dinonaktifkan pada PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU

Filed under Tulisan

PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL HARI PERTAMA SMA NEGERI 1 TOLITOLI

Ujian Nasioan yang di singkat dengan UN tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) hari pertama dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal 21 Maret 2010, lebih awal 1 bulan pelaksanaan yang biasanya dilaksanakan bulan April tahun berjalan. Khusus Ujian Nasional/Ujian Sekolah Sub Rayon SMA Kabupaten Tolitoli Jadwal pelaksanaan sudah disusun dan sudah di distribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara Ujian Nasional/Ujian Sekolah, sehingga pada hari H-nya sudah siap.

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tolitoli dalam pelaksanaan ujian hari pertama terlihat sibuk siswa maupun panitia, akan tetapi siswa tidak begitu tegang, biarpun ada juga yang was-was. Sambutan siswa sebagai peserta ujian sangatlah antusias. Jauh hari siswa sudah meminta doa restu dan minta maaf terhadap guru-gurunya dengan harapan nantinya bisa lulus ujian.

Dalam pengarahannya sekretaris panitia Ujian Nasional / Ujian Sekolah (UN/US) SMA Negeri 1 Tolitoli Abdul Basit Sy. Mustafa, M.Pd membacakan tata tertib peserta Ujian Nasional sesuai dengan POS Tahun Pelajaran 2009/2010, sehingga siswa sangat berhati-hati untuk mengikutinya.

Naskah Ujian Nasional dalam pendistribusian dari pusat langsung di amankan di Polres Tolitoli, sehingga kerahasiaannya terjamin tidak ada satu orangpun yang bisa membocorkannya. Tentunya Naskah SMA Negeri 1 Tolitoli juga tersimpan di Polres dengan rapi. Dalam pengambilan naskah hari pertama terjadi mis komunikasi dengan petugas Polres, dalam berita acara tertulis 17 sampul yang diberikan 16 sampul, akan tetapi panitia mengambilnya lagi ke Polres dan cadangannyapun diserahkan oleh petugas Polres dan di bawa ke sekolah.

Dengan adanya alur pendistribusian yang demikian ketat, diharapkan rahasia negara terjamin, sehingga tujuan pemerintah diadakannya Ujian Nasional ini bisa tercapai amin.

Untuk siswa-siswi peserta Ujian Nasional/Ujian Sekolah mudah-mudahan anda semua lulus dan berhasil dalam menempuh sebuah cita-cita amin…….

Leave a Comment

Filed under Tulisan

SMANSA TOLIS Jadi “SBI” Bisa nggak yah?

SMA 1 Tolitoli Menuju SBI
image0498Setelah hampir 2 tahun ini mendapatkan status sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN), maka diharapkan pada tahun ketiga (2010/2011) SMA Negeri 1 Tolitoli akan menjadi rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Tapi yang menjadi pertanyaan,  BISA NGGA YAH,…??? Jawabannya tentu terpulang kepada kita semua warga SMANSA TOLIS khususnya, termasuk para stake holder di daerah ini, para alumni, dan seluruh masyarakat Tolitoli pada umumnya.

Menjadi sekolah bertaraf internasional memang tidak mudah. Berbagai persyaratan, baik sarana prasarana, tenaga pendidik, serta kualitas proses pembelajaran dan intake siswanya harus benar-benar terstandarisasi secara nasional dan internasional; sehingga mampu menghasilkan output sekaligus outcome yang benar-benar mampu bersaing secara global.

Upaya menuju sekolah bertaraf internasional ini pun terus dilakukan oleh SMANSA TOLIS, seperti pemenuhan standar sarana prasarana, dengan terus melengkapi fasilitas sekolah menuju pengelolaan manajemen sekolah dan pembelajaran berbasis IT, pemenuhan standar tenaga pendidik melalui peningkatan kualifikasi akademik hingga ke jenjang S2, dan lain sebagainya.
Tentunya, upaya-upaya ini tidak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak yang masih mau peduli dengan pendidikan di daerah ini, SEMOGA…

Nah, .. Di antara Geliat SMANSA TOLIS menuju SBI tersebut seperti terlihat pada gambar-gambar berikut:

image0347guruq-ga-gaptek-lho

image0323image0329

Ruang KepsekAktivitas Olahraga

8 Comments

Filed under Tulisan

KEGIATAN SSN TAHAP II TAHUN 2009

WAKASEK Kesiswaan lagi serius SMA Negeri 1 Tolitoli sedang memulai kegiatan yang menyangkut tentang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan IHT (Inhouse Training). Untuk kegiatan tersebut pihak yang terlibat adalah semua Guru Mata Pelajaran yang ada di SMA Negeri 1 Tolitoli dan diberikan materi serta dibimbing metode penggunaan atau pengoperasikan komputer sebagai tuntutan seorang guru profesional.

Dalam proses kegiatan tersebut melibatkan 3 (tiga) orang instruktur yaitu Kepala Sekolah (Bpk. Drs. Harifuddin); Wakasek Kurikulum (Drs. Moh. Kasim Rauf); dan Bapak Abdul Basit Sy. H. Mustafa, S.Pd, M.Pd.
Diharapkan kegiatan ini bisa membantu Guru Mata Pelajaran dalam menyusun materi pembelajaran yang dipersiapkan untuk kegiatan sehari-hari.

Pada pembukaan tanggal 31 Agustus 2009 oleh Kepala SMA negeri 1 Tolitoli, menggaris bawahi pada kegiatan operasional SSN Tahap I Tahun anggaran 2008 yang lalu, bahwa guru yang diberikan tanggungjawab atau beban seyogianya menyelesaikannya tepat waktu. Dan untuk kegiatan SSN Tahap II Kepala Sekolah menekankan tugas dan tanggungjawab guru harus diselesaikan sehingga akan memperlancar semua rencana kegiatan lainnya.

12 Comments

Filed under Tak Berkategori

SEBUAH KEMAJUAN YANG DICAPAI OLEH SMA NEGERI 1 TOLITOLI

sartono SMA Negeri 1 Tolitoli dari tahun ke tahun selalu evaluasi diri, tahap demi tahap melangkah meniti karir mulai dari akademik maupun non akademik serta ekstrakurikuler tak ketinggalan. Bidang akademik SMA Negeri 1 Tolitoli selalu menempati posisi juara lomba Olympiade tingkat Kabupaten maupun tingkat Propinsi, begitu pula dibidang non akademik.

Di bidang sistem informasi, ke depan SMA Negeri 1 Tolitoli semua kelas akan dihubungkan sistem online melalui jaringan internet. Jadi siswa mulai diijinkan membawa fasilitas laptop yang memiliki, untuk mempermudah sistem pembelajaran para guru bidang studi, karena guru sudah bisa mengapresiasikan karya maupun bahan ajar kepada siswa khususnya masyarakat pada umumnya.

Kompetensi guru di SMA Negeri 1 Tolitoli untuk mengoperasikan komputer sudah mencapai 90 %, bahkan munculnya jaringan internet yang ada di SMA Negeri 1 Tolitoli membawa dampak posistif sehingga guru sudah banyak yang memiliki laptop pribadi. Yang diharapkan adalah bahwa guru semakin profesional semakin dituntut intelegensi, kreatifitas, disiplin serta kinerja yang semakin hari semakin meningkat.

Semua komponen yang dimiliki SMA Negeri 1 Tolitoli sudah memenuhi standar Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional, bahkan tahun depan SMA Negeri 1 Tolitoli akan menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), dengan catatan semua komponen mendukung dan punya kinerja sangat memadahi.

Semoga!!!!!

43 Comments

Filed under Tulisan

ASYIKNYA KEMAS SMANSA DI SABANG TENDE

foto131 Satu lagi program kerja dari OSIS SMAN 1 Tolitoli telah terlaksana sesuai dengan agenda yaitu KEMAS alias Kemping Massal yang diikuti oleh semua organisasi yang ada dalam naungan OSIS. Kegiatan Kemas ini dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2009 bertempat di pantai Sabang Tende, salahsatu objek wisata yang sangat indah di Tolitoli.

Siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan tersebut sebanyak 191 peserta yang tentu saja telah mendapat izin dari ortu masing-masing terlihat sangat antusias mengikuti semua kegiatan. Selain itu tak ketinggalan pula guru-guru baik yang merupakan pembina organisasi maupun yang tidak terlibat dalam organisasi turut serta dalam kemas ini. …. Ya semua enjoy dengan kegiatan seperti ini.

Kegiatan Kemas ini diawali dengan acara pelepasan oleh Wakasek Kesiswaan (Amri,S.Pd) pada pukul 15.30 kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 30 km dari sekolah dengan kendaraan roda empat. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah rombongan dilokasi . Pada malam hari kegiatan isi dengan berbagai acara antara lain dialog antar siswa dengan pihak sekolah yang dihadiri oleh Kepala Sekolah Bapak Drs Harifuddin, Wakasek Kesiswaan Bapak Amri, S.Pd. Wakasek Kurikulum Bapak Drs Moh Kasim Rauf, Wakasek Sarana Bapak Drs. Ilham serta Wakasek Humas Ibu Dra Nurani Tirajoh yang tampil memandu acara dengan sangat piawai. Dalam dialog tersebut banyak sumbangan saran dan pemikiran demi kemajuan sekolah

Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan kegiatan masing-masing organisasi. Semua acara dapat dilewati dengan baik, aman dan yang penting lagi semua enjoy banget…………….eeeeeeet…….

13 Comments

Filed under Kegiatan Rutin OSIS